Dua Periode Kepemimpinan, Air Bersih Tak Kunjung Mengalir di Tetewang

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Utara — Warga Desa Tetewang, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, mengaku sudah lama merasa kecewa atas kondisi pelayanan dasar di desa mereka, terutama soal air bersih. Sejak kepemimpinan Kepala Desa Rudi Gofotor, masyarakat hingga kini belum pernah menikmati akses air bersih yang layak, padahal anggaran desa untuk pembangunan jaringan air sudah beberapa kali dianggarkan.

Menurut warga, pipa-pipa air yang telah dibeli melalui dana desa justru dibiarkan rusak dan tidak difungsikan. “Sudah dua periode ini kami belum pernah merasakan air bersih. Padahal, pipa-pipa itu sudah ada sejak periode pertama, tapi tidak digunakan,” keluh salah seorang warga Tetewang.

Ironisnya, masyarakat Desa Tetewang (Halmahera Utara) kini terpaksa menumpang air bersih dari Desa Tetewang yang berada di wilayah Kabupaten Halmahera Barat. Hal ini karena kedua desa tersebut bertetangga, meskipun berada di dua kabupaten yang berbeda.

Selain masalah air bersih, warga juga menyoroti belum terealisasinya sejumlah proyek fisik seperti pembangunan pagar desa dan jalan tani yang hingga kini belum dinikmati masyarakat. “Sudah dua periode, tapi hasil Musdes (Musyawarah Desa) tidak pernah jelas tindak lanjutnya,” ujar tokoh masyarakat Wilcho Rusu, yang juga dikenal dengan nama Migo.

Wilcho menegaskan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) seharusnya menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran desa. Namun kenyataannya, BPD justru terkesan pasif dan tidak memahami tugas mereka. “BPD itu bukan hanya duduk diam. Mereka harus tahu bagaimana anggaran desa digunakan,” tegasnya.

Ia mencontohkan, ketika seorang Bunda PAUD menanyakan gaji yang belum dibayarkan selama delapan bulan, pihak BPD justru mengaku tidak tahu soal kondisi anggaran desa. “Kalau BPD saja tidak tahu, lalu siapa yang mau awasi kepala desa?” tambahnya.

Warga berharap, pemerintah kabupaten dan pihak inspektorat turun langsung meninjau kondisi Desa Tetewang dan menindaklanjuti laporan masyarakat agar pengelolaan dana desa berjalan transparan dan tepat sasaran.(red)

Berita Terkait

Jelang SSIB GMIH, 108 Peserta Sinode WKO Sudah Terdaftar, Dukungan Terus Mengalir
H-10 Sidang Sinode Istimewa Bersama, Antusias Peserta Mendaftar Capai 687 Orang
Korban KDRT Terluka, Pelaku Tetap Bebas: Wibawa Penyidik Polres Halut Dipertanyakan
Erupsi Gunung Dukono, Alqassam Tekankan Standar Keamanan Pariwisata Alam
Sekretaris DPC GPM Kecam Dugaan Kekerasan Oknum Brimob terhadap Aktivis di Halmahera Utara
Koordinasi Strategis Persiapan Konswil XV GMKI Maluku Utara,Korwil menyambangi Dekan Fakultas Hukum Uniera
GMKI Tobelo Gelar Dialog Publik, Soroti Tingginya Kekerasan terhadap Perempuan di Halmahera Utara
Laporan KDRT Sejak Desember 2025, Korban Pertanyakan Ketegasan Penanganan di Polres Halut

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:38 WIB

Jelang SSIB GMIH, 108 Peserta Sinode WKO Sudah Terdaftar, Dukungan Terus Mengalir

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

H-10 Sidang Sinode Istimewa Bersama, Antusias Peserta Mendaftar Capai 687 Orang

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:34 WIB

Korban KDRT Terluka, Pelaku Tetap Bebas: Wibawa Penyidik Polres Halut Dipertanyakan

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:54 WIB

Erupsi Gunung Dukono, Alqassam Tekankan Standar Keamanan Pariwisata Alam

Kamis, 9 April 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris DPC GPM Kecam Dugaan Kekerasan Oknum Brimob terhadap Aktivis di Halmahera Utara

Berita Terbaru