Tobelo. — Antusiasme jemaat menyambut Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) terus meningkat. Hingga enam hari menjelang pelaksanaan sidang, panitia mencatat sebanyak 108 peserta dari jemaat-jemaat Sinode GMIH Pusat Layanan WKO telah menyerahkan kredensial pendaftaran.
SSIB GMIH dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Juli 2026. Persidangan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan rekonsiliasi dan penyatuan GMIH setelah konflik internal yang berlangsung lebih dari satu dekade.
Ketua Panitia SSIB GMIH, Pdt. Siraya Botara, mengatakan jumlah peserta yang terus bertambah menjadi tanda kuat bahwa jemaat memiliki komitmen untuk terlibat dalam proses penyatuan gereja.
“Panitia terus menerima kredensi peserta dalam jumlah yang cukup signifikan setiap hari menjelang pelaksanaan sidang. Khusus dari Sinode GMIH Pusat Layanan WKO, hingga H-6 telah terdaftar sebanyak 108 peserta,” ujar Siraya.
Tak hanya mendapat respons positif dari jemaat, pelaksanaan SSIB juga memperoleh dukungan dari berbagai mitra gereja, baik di dalam maupun luar negeri. Panitia mengaku telah menerima sejumlah surat, pesan, hingga rekaman video berisi ucapan selamat dan doa bagi kelancaran persidangan.
Salah satu dukungan datang dari Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC) melalui surat resmi. Dalam pesannya, WCC menyampaikan harapan agar proses penyatuan GMIH menjadi kesaksian nyata bahwa konflik yang panjang dapat dipulihkan melalui kasih dan anugerah Tuhan.
Menjelang hari pelaksanaan, panitia terus mematangkan berbagai persiapan teknis guna memastikan seluruh rangkaian persidangan berjalan lancar. Warga jemaat dan seluruh pelayan khusus GMIH juga diajak untuk terus menopang pelaksanaan SSIB dalam doa serta menjaga suasana damai dan penuh sukacita.
Persidangan SSIB 2026 diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi GMIH, sekaligus membuka lembaran baru kehidupan bergereja yang lebih bersatu, harmonis, dan semakin kuat dalam menjalankan panggilannya melayani umat. (red)

















