Halmahera Selatan. – Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan terus mengusut kasus penembakan yang menimpa seorang guru PPPK, Jansen Lazarus (30), di Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) menggunakan senapan angin itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.20 WIT, saat korban sedang mengendarai sepeda motor.
Akibat tembakan yang mengenai dada bagian kanan, korban mengalami luka dan segera dilarikan ke RSUD Labuha untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan, mengatakan penyidik bergerak cepat dengan memanggil dan memeriksa sejumlah orang yang namanya disebut dalam proses penyelidikan.
“Ada beberapa nama yang disebutkan itu sudah kita periksa. Kita panggil dan periksa mereka sebagai saksi,” ujar Kapolres kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Kapolres, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa motif penembakan berkaitan dengan persoalan internal di lingkungan sekolah tempat korban mengajar.
Polisi memperoleh informasi mengenai adanya dugaan pelecehan terhadap sejumlah siswa yang disebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Halmahera Selatan.
“Katanya di internal sekolah lagi ribut terkait dugaan pelecehan. Para korban sudah mulai melapor. Menurut korban penembakan, ada anak-anak di sekolah yang dilecehkan sehingga ada orang-orang yang tidak suka kepada dia,” jelas Kapolres.
Meski demikian, polisi menegaskan hingga kini belum menetapkan maupun memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan pelecehan tersebut maupun pelaku penembakan terhadap korban.
Saat ini, penyelidikan terhadap kedua perkara dilakukan secara paralel. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa para saksi, serta menunggu hasil visum sebagai bagian dari proses penyidikan.
Polres Halmahera Selatan memastikan akan mengusut tuntas kasus penembakan terhadap Jansen Lazarus sekaligus mendalami laporan dugaan pelecehan yang diduga menjadi salah satu latar belakang munculnya konflik tersebut.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta dan pihak yang bertanggung jawab dalam kedua perkara ini,” tutup Kapolres. (red)

















