Jeritan Nelayan Obi Utara Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi di SPBU Kompak Milik Sarman

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: ilustrasi foto

Ket: ilustrasi foto

Halmahera Selatan. – Dugaan penyalahgunaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU Kompak milik Sarman, yang berada di Dusun Baru, Desa Waringi, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mulai menjadi perhatian masyarakat.

Pasalnya, di tengah pasokan BBM subsidi yang disebut rutin masuk ke SPBU tersebut, sejumlah nelayan di beberapa desa di Kecamatan Obi Utara justru mengaku kesulitan memperoleh Biosolar untuk kebutuhan melaut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap kali distribusi, SPBU Kompak tersebut diduga menerima sekitar 5 ton Biosolar, 20 ton Pertalite, dan 5 ton Pertamax. Pengiriman BBM dilakukan setiap dua minggu sekali atau dua kali dalam sebulan.

Namun, kondisi di lapangan disebut berbeda. Sejumlah nelayan mengaku kerap tidak mendapatkan kuota BBM subsidi saat melakukan pengisian. Mereka menduga sebagian BBM subsidi justru lebih banyak dijual kepada pedagang eceran sehingga kuota untuk nelayan cepat habis.

“Kalau nelayan datang sering dibilang stok habis, tetapi di luar masih ada yang menjual BBM dalam jumlah banyak,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Keluhan tersebut memunculkan dugaan adanya penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran. Padahal, program subsidi pemerintah bertujuan membantu masyarakat yang berhak, termasuk nelayan yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas melaut.

Masyarakat meminta PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap mekanisme distribusi BBM subsidi di SPBU Kompak tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan seluruh kuota subsidi benar-benar disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak disalahgunakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU Kompak milik Sarman belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait dugaan tersebut.(red)

Berita Terkait

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas
DLH Halsel Tegaskan Tak Pernah Legalkan Pengambilan Topsoil, Siap Proses Oknum Jika Terbukti Terlibat
Kepsek SDN 241 Kuo Bala-bala Bungkam, Pengelolaan Dana BOS Kian Disorot
Wakil Ketua IKB Bobawa Maluku Utara, Ardian Ludin: Rapat Internal Segera Digelar untuk Matangkan Mubes II
Oknum ASN KPH Diduga Jadi Aktor Utama di Balik Jual Beli 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:53 WIB

Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:48 WIB

Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:02 WIB

Jeritan Nelayan Obi Utara Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi di SPBU Kompak Milik Sarman

Berita Terbaru