TERNATE, – Keluarga Besar Bailussy di Provinsi Maluku Utara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1445 Hijriah tahun 2023 Masehi.
Pantauan jarumsatu.com, Sabtu (7/10) malam tadi, kegiatan maulid yang di pusatkan di Aula Hotel Ayu Lestari Kelurahan Bastiong Karance, itu tampak dihadiri ribuan anak, cucu dan cicit Ompu Datuk Bailussy yang memadati hotel tersebut.
Ketua Panitia Mochdar Bailussy dalam sambutanya mengatakan hajatan maulid ini sebagai bentuk mempererat tali silaturahim dan memupuk persaudaraan antar sesama keluarga Bailussy.
“Alhamdulillah, acara malam ini berjalan lancar dan tidak disangka seluruh keluarga besar Bailussy, anak, cucu dan cicitnya yang bernaung di Maluku Utara dapat hadir,” kata Mochdar Bailussy.
Ia mengutarakan dalam catatan panitia terdapat ribuan keluarga Bailussy hadir dalam acara tersebut.
“Ribuan orang yang hadir itupun belum semuanya. Tetapi kami anggap sudah mewakili semuanya karena Kota Ternate merupakan sentral. Semoga momen ini menjadikan kita agar tidak ada kebencian antara satu sama lain dan membuat kita selalu kompak dan bersatu,” jelasnya.
Sementara Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy yang didapuk untuk menyampaikan siloloa keluarga Bailussy, dalam paparannya menyebutkan bahwa keluarga Bailussy di Maluku Utara ini banyak dan tersebar di 10 kabupaten/kota.
Muhajirin pun mengajak kepada seluruh keluarga Bailussy untuk meneladani empat sifat Rasulullah. Sifat ini, lanjutnya penting diteladani terutama di era post truth dan disrupsi ini.

Menurutnya, empat sifat teladan umat muslim ini akan mampu menangkal dampak negatif dari era post truth. Sifat pertama yang penting diteladani yakni ash shiddiq atau benar.
“Jika Rasulullah memiliki sifat ash shiddiq atau benar, maka pada era post truth mencari kebenaran sejati harus dilakukan lebih serius mengingat eranya penuh hoax dan kebohongan. Jika Rasulullah hadir untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia atau akhlaqul karimah, maka hari ini eranya disrupsi,” ucap Gus Jir sapaan akrab Muhajirin Bailussy saat menyampaikan siloloa dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah.
Sifat lain yang perlu diteladani, tambahnya, yakni tabligh atau menyampaikan, fathonah alias cerdas dan amanah atau dapat dipercaya.
“Sifat Nabi Muhammad SAW ini harus menyatu dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja dengan cara menyampaikan hal-hal benar, dan juga cerdas dalam menerima dan menyaring informasi yang ada,” tutur Muhajirin.
Untuk itu, ia menyebut momentum kelahiran Nabi Muhammad ini, merupakan momentum yang tepat untuk menyempurnakannya.
“Mari saya mengajak kita semua untuk memperbanyak shalawat. Sebab shalawat akan menjadi penolong di hari akhir nanti dan semoga kita mendapat syafaat beliau di hari akhir nanti,” harapnya.
Selain siloloa, ada juga penyampaian jejak Ompu Datuk Bailussy yang disampaikan langsung oleh Profesor Abdul Wahab Hasyim.
Sementara hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh KH Prof. Dr. M. Djidin, M. Ag dengan tema, “Meneladani Nabi Muhammad SAW Dalam Membangun Generasi Islam Di Era Digital”.
Diakhiri acara peringatan maulid, Keluarga Bailussy Maluku Utara, itu memberikan sumbangan duka kepada korban musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Bastiong Karance. (Red/tim)*















