Malut – Momentum bulan suci Ramadan menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan lintas iman. Koordinator Wilayah XV Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara, Jufri Bayar, S.H., mengajak seluruh masyarakat untuk merawat keberagaman dan meneguhkan toleransi sebagai fondasi hidup bersama di Bumi Moloku Kie Raha.
Dalam pernyataannya, Jufri Bayar menyampaikan penghormatan dan doa kepada umat Islam di Maluku Utara yang tengah menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pemurnian batin, penguatan pengendalian diri, serta pendalaman makna kemanusiaan.
“Puasa mengajarkan kesabaran dalam ujian, keikhlasan dalam pengorbanan, dan kepedulian terhadap mereka yang lemah. Nilai-nilai ini bersifat universal dan menjadi jembatan moral yang mempertemukan seluruh umat beriman,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Maluku Utara adalah rumah besar yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut bukan ancaman, melainkan anugerah Tuhan yang harus dijaga dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama.
Sebagai bagian dari generasi muda Kristen, Jufri menekankan bahwa iman sejati tidak pernah melahirkan kebencian, melainkan menghadirkan kasih dan perdamaian. Dalam setiap ajaran agama terdapat pesan cinta kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, serta tanggung jawab menjaga harmoni kehidupan bersama.
“Toleransi bukan sekadar membiarkan perbedaan, tetapi komitmen aktif untuk saling menghargai, melindungi, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Kita harus menolak segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang dapat memecah persaudaraan,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus informasi, polarisasi sosial, dan dinamika politik, ia mengajak generasi muda lintas agama untuk menjadikan Ramadan sebagai ruang kolaborasi kemanusiaan—melalui aksi sosial, gerakan peduli sesama, serta dialog yang membangun pemahaman.
Di akhir pernyataannya, Jufri Bayar, S.H., menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di Maluku Utara. Ia berharap bulan suci ini menghadirkan kedamaian batin, memperdalam kasih kepada sesama, serta semakin memperkokoh persaudaraan antarumat beragama.
“Marilah kita rawat keberagaman sebagai kekuatan, dan menjadikan toleransi sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Sandy/red)

















