Maut di Tambang Anggai, Parade Malut Kritik Keras Pengawasan APH yang Dinilai Tidak Maksimal

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Direktur PARADE Maluku Utara, Sahmar Ebams.

Ket: Direktur PARADE Maluku Utara, Sahmar Ebams."

OBI, Halmahera Selatan – Peristiwa berdarah yang terjadi di kawasan Tambang Emas Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (9/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIT, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Insiden yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia itu dinilai sebagai bentuk kegagalan aparat dalam mengantisipasi potensi konflik di wilayah pertambangan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Parade Maluku Utara, Sahmar Ebams, bilang tragedi tersebut merupakan bentuk kelalaian Aparat Penegak Hukum (APH) yang dinilai kurang maksimal dalam melakukan pengawasan dan pengamanan di lokasi tambang yang selama ini dikenal rawan konflik.

“Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Kami menilai ada kelalaian dari aparat penegak hukum dalam melakukan langkah-langkah pencegahan sehingga konflik yang terjadi berujung pada hilangnya nyawa manusia,” tegasnya kepada media ini.

Diketahui, korban pertama bernama Dadang Elajouw (18), warga Desa Anggai, meninggal dunia akibat luka yang diduga disebabkan oleh senjata tajam. Setelah kejadian tersebut, terduga pelaku sempat meninggalkan lokasi sebelum akhirnya ditemukan massa di sekitar jembatan dekat SMA Desa Anggai.

Dalam situasi yang memanas, terduga pelaku diduga menjadi sasaran amukan massa hingga dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa tersebut menambah panjang daftar kasus kekerasan yang terjadi di kawasan pertambangan rakyat di wilayah Obi.

Ketua Parade Malut mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan, termasuk mengevaluasi sistem pengamanan di kawasan tambang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami meminta Kapolres Halmahera Selatan dan jajaran segera mengungkap fakta sebenarnya, termasuk penyebab terjadinya bentrokan yang berujung pada dua korban jiwa. Negara tidak boleh kalah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, tim dari Polres Halmahera Selatan telah bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kejadian maupun identitas lengkap terduga pelaku.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar pemerintah daerah bersama aparat keamanan memperketat pengawasan aktivitas pertambangan demi mencegah terulangnya tragedi serupa di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait identitas lengkap terduga pelaku, kronologi kejadian, serta penyebab pasti kematiannya.(Red)

Berita Terkait

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas
Jeritan Nelayan Obi Utara Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi di SPBU Kompak Milik Sarman
DLH Halsel Tegaskan Tak Pernah Legalkan Pengambilan Topsoil, Siap Proses Oknum Jika Terbukti Terlibat

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:53 WIB

Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terbaru