Komisi I DPRD Malut Didesak Kawal Kouta CPNS dan TNI-Polri untuk Putra Daerah

Minggu, 10 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Jarumsatu.com – Forum Peduli Masyarakat Maluku Utara (FPM-MU) menemui Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Kamis 7 September 2023 kemarin dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait seleksi penerimaan CPNS dan TNI-POLRI di daerah ini.

Dalam agenda tersebut, FPM-MU mengusulkan agar kuota penerimaan CPNS dan TNI-POLRI di Maluku Utara diberikan prioritas kepada putra-putri daerah dengan persentase 90%. Hal ini bertujuan untuk membantu kemajuan daerah dan menghindari marginalisasi anak-anak Maluku Utara.

Sebagaimana disebutkan dalam aspirasi FPM-MU, Secara garis besar Putra putri Maluku Utara yang dimaksud adalah :

1. Orang-orang pribumi Maluku Utara maupun percampuran Maluku Utara dengan wilayah lainnya yang telah hidup secara turun temurun di Maluku Utara.

2. Penduduk luar dari wilayah Maluku Utara yang telah terdaftar sebagai penduduk diwilayah Maluku Utara selama 3 tahun terakhir.

3. Orang orang pribumi maupun percampuran Maluku Utara dengan wilayah lainnya yang hidup diluar wilayah Maluku Utara namun memiliki hubungan pertalian baik secara biologis, emosionil dan
historis dengan wilayah Maluku Utara. Dan

4. Bukan orang yang datang tiba tiba ( diluar poin 1,2, dan 3 diatas) dan melakukan pengurusan dokumen penduduk untuk mengambil peluang dan memanfaatkan momentum penerimaaan ASN TNI-POLRI dan lainnya di wilayah Maluku Utara.

Sekretaris Umum FPM-MU, M Chaisar Efendi, mengatakan bahwa RDP dengan Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara merupakan tindak lanjut dari petisi yang dilakukan FPM-MU sebelumnya. Meskipun Ia mengaku kecewa karena RDP tidak dihadiri secara lengkap oleh anggota komisi I terutama ketua Komisi Rahmi Husen, namun ia berharap pesan mereka sudah tersampaikan.

“Kami hadir di sini bukan hanya berbicara kota Ternate, Tidore, Makian atau suku yang lain, tapi kami hadir menyuarakan nasib anak-anak Maluku Utara,” ujar Chaisar kepada wartawan, Minggu (10/09/2023)

Ia menambahkan bahwa FPM-MU ingin membantu negara dalam hal ini kemajuan daerah melalui prioritas putra-putri daerah. Ia juga yakin bahwa anggota DPRD masing-masing fraksi bisa memahami apa yang menjadi poin tuntutan mereka.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara yang hadir dalam RDP tersebut memberikan apresiasi kepada FPM-MU atas aspirasi yang disampaikan. Mereka berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk mengawal dan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah membentuk panitia kerja (Panja) untuk membahas masalah kuota penerimaan CPNS dan TNI-POLRI di Maluku Utara. Bahkan, ada usulan untuk melahirkan peraturan daerah (Perda) terkait hal ini.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Berkarya, Zainal Samad, mengatakan bahwa masalah kuota penerimaan CPNS dan TNI-POLRI merupakan hal penting yang kurang dipikirkan oleh banyak masyarakat di daerah. Ia menilai bahwa FPM-MU masih punya peduli terhadap upaya dalam mengawal masalah ini.

“Di tengah eksploitasi tambang di Maluku Utara, bahkan tenaga kerja yang mungkin lebih banyak dari luar daerah, sudah tentu hal ini patut disayangkan. Dimana putra-putri kita bisa termarjinalkan, nah Komisi I akan selalu bersama FPM-MU dalam hal semacam ini,” ucap Zainal.

Zainal juga mengaku bahwa Komisi I akan terus mengawal aspirasi yang disodorkan FPM-MU dan akan dibahas dalam rapat paripurna mendatang. Ia berharap perubahan nyata ini akan lebih mudah jika pemerintahan telah berganti. Ia menuding Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba gagal karena tidak pernah mengevaluasi kaitan dengan masyarakatnya yang terakomodir dalam penerimaan CPNS ataupun TNI-POLRI.

“Harapan saya pemerintah cepat berganti, supaya apa yang disuarakan FPM-MU cepat terealisasi,” kata Zainal.

Sebagai informasi, RDP yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut, digelar Komisi I agar dapat menyerap aspirasi dari FPM-MU dan hanya dihadiri tiga fraksi dari total 7 fraksi. (red)

Berita Terkait

Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, Jufri Bayar, S.H., Ajak Warga Rawat Keberagaman di Bulan Suci Ramadhan
Perjalanan Dinas Jadi Perbincangan: Sejumlah Anggota DPRD Halsel Tercatat Absen, Ada Apa?
Dugaan Kejanggalan Lelang BANK BRI KCP Labuha Mengemuka, Publik Pertanyakan Prosedur
Dies Natalis GMKI Jadi Momentum Penguatan Nasionalisme
Merasa Dirugikan, Pemenang Lelang Soroti Proses Lelang BRI KCP Labuha
Diduga Minim Transparansi, Lelang BRI KCP Labuha Tuai Polemik dan Sorotan Keras Publik
Hadiri HPN 2026 di Banten, Bupati Halsel Tegaskan Peran Strategis Pers Tangkal Hoaks
Gerindra Halsel Rayakan HUT ke-18 dengan Aksi Sosial: “Kompak, Bergerak, Berdampak

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:26 WIB

Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, Jufri Bayar, S.H., Ajak Warga Rawat Keberagaman di Bulan Suci Ramadhan

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:34 WIB

Perjalanan Dinas Jadi Perbincangan: Sejumlah Anggota DPRD Halsel Tercatat Absen, Ada Apa?

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:09 WIB

Dugaan Kejanggalan Lelang BANK BRI KCP Labuha Mengemuka, Publik Pertanyakan Prosedur

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:28 WIB

Dies Natalis GMKI Jadi Momentum Penguatan Nasionalisme

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:57 WIB

Merasa Dirugikan, Pemenang Lelang Soroti Proses Lelang BRI KCP Labuha

Berita Terbaru