Malut, -Minggu, 8 Maret 2026 menjadi momentum yang penuh harapan bagi seluruh warga jemaat dengan dilantiknya Panitia Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB). Momentum ini bukan sekadar agenda organisasi gereja, tetapi juga menjadi langkah iman yang sarat makna untuk merajut kembali kebersamaan dalam tubuh Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH).
Sebagai Koordinator Wilayah XV Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara, Jufri Bayar menyambut baik dan mendukung dengan penuh sukacita setiap upaya yang dilakukan menuju penyatuan GMIH. Menurutnya, gereja pada dasarnya adalah rumah bersama bagi umat Tuhan, tempat setiap orang belajar tentang kasih, pengampunan, dan persaudaraan.
Ia menilai dinamika yang pernah terjadi dalam perjalanan kehidupan bergereja seharusnya tidak menjadi penghalang untuk melangkah bersama ke depan. Justru pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran berharga untuk membangun gereja yang semakin dewasa dalam iman, serta mampu menempatkan persatuan sebagai nilai utama dalam kehidupan umat.
“Dari setiap proses yang terjadi, kita belajar bahwa persatuan, kerendahan hati, dan kasih adalah kekuatan terbesar dalam kehidupan bergereja,” ungkap Jufri dalam pandangan opininya.
Lebih lanjut, ia berharap proses Sidang Sinode Istimewa Bersama nantinya dapat berjalan dengan penuh hikmat, ketulusan, dan berada dalam tuntunan Tuhan. Upaya penyatuan GMIH diharapkan tidak hanya membawa berkat bagi jemaat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat luas di Maluku Utara.
Jufri juga mengajak seluruh pengurus dan anggota Pemuda GMIH, baik di tingkat sinode, wilayah, maupun jemaat, untuk menyambut semangat yang telah dibangun oleh para orang tua gereja. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan pelayanan serta menjaga semangat persatuan dalam gereja.
Karena itu, menjaga suasana damai, saling menghormati satu sama lain, serta terus mendoakan setiap proses yang berlangsung menjadi hal yang penting agar Sidang Sinode Istimewa Bersama dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan gereja.
Pada akhirnya, harapan akan persatuan menjadi doa bersama seluruh warga jemaat. Seperti tertulis dalam Injil Yohanes 17:21, “Supaya mereka semua menjadi satu.” Semangat inilah yang diharapkan terus menjadi landasan dalam setiap langkah menuju penyatuan GMIH.(red)















