Sofifi — Koordinator Wilayah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara, Jufri Bayar, S.H, menegaskan bahwa bangkit dan terpuruknya GMKI Cabang Sofifi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh stakeholder organisasi — mulai dari Pengurus Pusat, Cabang terdekat, hingga para senior dan kader. Hal itu disampaikan saat membuka Masa Perkenalan (Maper) dan Konferensi Cabang (Konfercab) II GMKI Sofifi, Selasa
Dalam sambutannya, Jufri menekankan bahwa kepedulian dan panggilan pelayanan harus menjadi roh gerakan GMKI. “Kepedulian bukan sekadar kata, tetapi tindakan nyata yang harus hidup dalam diri setiap kader. Karena kepedulian berkaitan erat dengan panggilan pelayanan,” ujarnya di hadapan peserta Maper dan Konfercab II. Ia meyakini, jika semangat pelayanan dihidupkan, sehebat apa pun tantangan yang datang, GMKI Sofifi akan tetap berdiri kuat.
Lebih lanjut, Jufri berpesan agar Badan Pengurus Cabang (BPC) terpilih memprioritaskan dua hal mendasar: konsolidasi organisasi dan pendidikan kader. Dua aspek ini dianggap sebagai fondasi penting untuk menata kembali arah gerakan dan menjaga keberlanjutan organisasi. GMKI, kata dia, harus menjadi pelopor transformasi gerakan mahasiswa yang inklusif, progresif, dan terbuka terhadap kolaborasi lintas organisasi.
Sementara itu, Ketua Terpilih GMKI Sofifi, Neistorius Labada, menyampaikan bahwa perjalanan GMKI Sofifi bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses panjang sejak pembentukan komisariat di bawah GMKI Cabang Ternate hingga menjadi cabang definitif. Ia mengakui, dalam perjalanannya.
GMKI Sofifi sempat mengalami kevakuman organisasi, terputusnya komunikasi antar kader dan senior, serta lemahnya konsolidasi. “Dua kali PP menurunkan caretaker karena kevakuman yang cukup lama. Tapi hari ini, semangat itu mulai pulih kembali,” ujarnya.
Neistorius menegaskan pentingnya peran senior sebagai orang tua, pelopor, dan teladan dalam mendampingi kader muda GMKI Sofifi. Ia juga mengingatkan para kader untuk terus berproses secara intelektual dan setia pada panggilan pelayanan. “Kita lah penerus gagasan Johanes Leimena. Sudah saatnya GMKI Sofifi bergerak bersama dalam satu semangat dan arah gerakan,” tegasnya.
Sebagai cabang yang berdiri di jantung pemerintahan Provinsi Maluku Utara, GMKI Sofifi diharapkan mampu hadir dengan karakter inklusif, transformatif, kritis, dan solutif, serta memberi dampak nyata bagi Gereja.
Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Maper dan Konfercab II ini pun diharapkan menjadi momentum kebangkitan GMKI Sofifi untuk kembali memberi warna dan pengaruh positif di tengah dinamika kota Sofifi dan Maluku Utara secara keseluruhan.(red/Sandy)















