Alumni SKPP Kecam Pernyataan Ketua Bawaslu Malut

Selasa, 9 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Alfian M. Ali./Ilo

Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Alfian M. Ali./Ilo

TERNATE, Jarumsatu.com Mencuatnya dugaan intervensi tim seleksi (Timsel) Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota oleh Adrian Yoronaleng, salah satu anggota Bawaslu Maluku Utara menuai sorotan publik.

Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Alfian M. Ali melalui siaran persnya, Selasa (9/5/2023) mengatakan tanggapan Ketua Bawaslu Maluku Utara Masita Nawawi Gani atas masalah skenario yang dibangun oleh Adrian Yoronaleng terkesan acuh.

Sebab katanya, Ketua Bawaslu hanya menyatakan bahwa masalah yang diduga melibatkan Adrian itu belum terbukti benar atau tidak sehingga belum mau berkomentar lebih.

“Kita tahu bersama bahwa bukti upaya membangun skenario melalui percakapan dalam grup WhatsApp yang dibuat oleh saudara Adrian melibatkan beberapa timsel zona 1 dan 2 juga pengurus partai politik tersebut telah menyebar luas, jadi tidak mungkin Ibu Masita tidak tahu dan tidak punya analisa yang tajam atas masalah ini,” kesal Alfian.

Dia menduga Ketua Bawaslu Maluku Utara terkesan acuh tahu, padahal baginya adalah masalah serius yang akan berimbas pada kepercayaan masyarakat terhadap kelembagaan Bawaslu dan masa depan demokrasi di Maluku Utara.

“Ibu Masita diduga tidak jujur dan tidak murni dalam memberi tanggapan atas masalah yang melibatkan salah satu anggotanya tersebut, sehingga patut diduga Ketua Bawaslu ada dibalik layar atas skenario itu, jangan-jangan begitu ? tentu kami berharap tidak demikian,” tuturnya.

Integritas salah sala satu komisioner Bawaslu Maluku Utara (Adrian-red), memang patut diragukan. Karena ulahnya tambah Alfian, membikin publik geleng-geleng kepala.

“Bayangkan saja entah apa kepentingannya sehingga mengintervensi proses seleksi komisioner Bawaslu kabupaten/kota,” paparnya.

Untuk itu, dia mengingatkan agar pengawas pemilu tidak boleh menggunakan pikiran maupun tindakan yang jauh dari etika dan moral.

“Tidak boleh merasa memiliki kekuatan yang paling besar di pusat terutama di Bawaslu RI dan di DKPP sehingga membolehkan tindakan yang melampaui batas tugas dan kewenangan. Jika pikiran dan tindakan seperti itu digunakan oleh seorang pengawas pemilu, maka sama halnya dengan mencoba meletakan racun didalam tubuh lembaga Bawaslu yang nantinya akan membahayakan tatanan demokrasi di Maluku Utara,” tandasnya. (Red/tim)*

Berita Terkait

Gerindra Mulai Panaskan Mesin Politik di Halsel, Sahril Thahir Instruksikan PAC dan Ranting Segera Rampung
Generasi Digital dan Masa Depan Demokrasi, Diskusi Panel FISIP UMMU Jadi Magnet Anak Muda
Muscab PKB Halsel, Muslim Hi Rakib Tekankan Soliditas dan Arah Strategi Politik Daerah
Demokrasi Partisipatif Jadi Fokus Konsolidasi BAWASLU Malut dan UNIERA
Yoner Muneri: Dari Forum Nasional, Suara Halmahera Selatan Harus Didengar
Krisis Moral PDIP: Kasus Masdar Mansur dan Borok Internal yang Terkuak
PDI Perjuangan di Persimpangan: Rakyat atau Kader
Ketua PKS Halsel Mengaku Tidak Tahu Dua Anggota Fraksinya Pernah Terseret Temuan BPK

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:40 WIB

Gerindra Mulai Panaskan Mesin Politik di Halsel, Sahril Thahir Instruksikan PAC dan Ranting Segera Rampung

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:14 WIB

Generasi Digital dan Masa Depan Demokrasi, Diskusi Panel FISIP UMMU Jadi Magnet Anak Muda

Minggu, 19 April 2026 - 17:57 WIB

Muscab PKB Halsel, Muslim Hi Rakib Tekankan Soliditas dan Arah Strategi Politik Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:43 WIB

Demokrasi Partisipatif Jadi Fokus Konsolidasi BAWASLU Malut dan UNIERA

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:31 WIB

Yoner Muneri: Dari Forum Nasional, Suara Halmahera Selatan Harus Didengar

Berita Terbaru