Halmahera Selatan. – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku Utara mulai mengintensifkan konsolidasi organisasi menjelang agenda politik nasional mendatang. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Ketua DPD Gerindra Maluku Utara, Sahril Thahir, ke Sekretariat DPC Gerindra Halmahera Selatan di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Rabu ( 24 – 06- 2026 )
Kedatangan Sahril diterima langsung oleh Ketua DPC Gerindra Halmahera Selatan, Masdar Karim, bersama jajaran pengurus partai setempat. Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan rapat konsolidasi internal yang berlangsung selama beberapa jam.
Dalam arahannya, Sahril menegaskan bahwa kunjungannya ke Halmahera Selatan merupakan bagian dari agenda penguatan struktur dan kesiapan partai menghadapi tahapan politik yang akan berlangsung menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, pembenahan organisasi harus dilakukan sejak dini agar seluruh perangkat partai siap menghadapi proses verifikasi yang akan dilakukan penyelenggara pemilu.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini struktur kepengurusan Partai Gerindra di Halmahera Selatan belum sepenuhnya terbentuk di seluruh kecamatan. Dari total 30 kecamatan yang ada, baru sekitar 12 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang telah terbentuk secara resmi.
Karena itu, DPD Gerindra Maluku Utara meminta DPC Halmahera Selatan segera mempercepat pembentukan dan penataan kepengurusan hingga tingkat PAC dan ranting. Targetnya, seluruh struktur organisasi sudah harus lengkap sebelum akhir tahun 2026.
Menurut Sahril, percepatan pembentukan struktur partai menjadi langkah penting untuk memperkuat mesin politik Gerindra di Halmahera Selatan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.
Halmahera Selatan sendiri menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari DPD Gerindra Maluku Utara. Pada Pemilu 2024 lalu, Gerindra gagal mempertahankan kursi DPRD Provinsi Maluku Utara dari daerah pemilihan Halmahera Selatan.
Untuk mengembalikan kekuatan politik partai di wilayah tersebut, Gerindra mulai menyiapkan strategi sejak awal, termasuk memperketat proses seleksi bakal calon legislatif yang akan diusung pada Pemilu 2029.
Partai berlambang kepala garuda itu menegaskan bahwa figur yang akan diusung nantinya harus memiliki basis dukungan nyata di tengah masyarakat. Selain itu, keterwakilan berbagai kelompok strategis juga menjadi perhatian, mulai dari tokoh masyarakat lokal, kalangan muda, hingga perempuan yang memiliki pengaruh dan dukungan yang kuat di daerahnya masing-masing.
Sahril menegaskan, Gerindra ingin menghadirkan calon-calon legislatif yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki kedekatan dan akar sosial yang jelas di tengah masyarakat sebagai modal utama menghadapi Pemilu 2029. (red)

















