Krisis Moral PDIP: Kasus Masdar Mansur dan Borok Internal yang Terkuak

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta – Kasus Masdar Mansur di Halaman Selatan Maluku Utara menyisakan banyak pertanyaan. Bukan hanya soal personal kader, tetapi juga soal sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang hingga kini memilih bungkam. Diamnya partai terbesar di parlemen ini membuat isu melebar: apakah PDIP sedang menghadapi krisis moral di internalnya?

Sikap Bungkam yang Jadi Sorotan

Sejak nama Masdar Mansur ramai diperbincangkan, baik Dewan Pimpinan Daerah (DPD I) PDIP Maluku Utara maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP di Jakarta tak kunjung memberikan sikap resmi. Publik menilai bungkamnya partai justru memperlihatkan standar ganda: lantang mengkritik lawan, tapi enggan menegur kader sendiri.

“PDIP seolah kehilangan keberanian. Padahal konsistensi moral itulah yang akan diuji publik,” kata seorang analis politik dari Universitas Indonesia.

Bom Waktu Politik Menjelang 2029

Menurut pengamat lain, jika PDIP terus memilih diam, kasus Masdar Mansur akan menjadi bom waktu politik. Dalam suasana persaingan menuju Pemilu 2029, setiap celah kelemahan bisa dieksploitasi lawan. “Isu ini bisa dijadikan senjata kampanye negatif. PDIP bisa rugi besar jika tidak cepat mengambil langkah,” jelasnya.

Tekanan dari Akar Rumput

Di tingkat daerah, suara kritis mulai terdengar. Aktivis mahasiswa di Maluku Utara menilai, partai sebesar PDIP harus berani terbuka. “Jika PDIP ingin tetap dipercaya rakyat, mereka harus bersikap jelas. Membiarkan isu ini menggantung hanya akan menambah beban moral partai,”

Citra yang Dipertaruhkan

PDIP selama ini dikenal sebagai partai dengan basis ideologi kuat, yang mengklaim diri sebagai “partai wong cilik”. Namun kasus Masdar Mansur menunjukkan ujian lain: apakah PDIP mampu menjaga integritas kadernya, atau justru tersandung oleh kompromi politik internal.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan resmi dari DPP PDIP. Namun bagi publik, diamnya banteng justru semakin mempertebal persepsi bahwa ada persoalan besar yang belum diselesaikan.(Red)

Berita Terkait

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Asia Hasyim Bawa Misi Besar dari Konferensi Nasional Kusta 2026 untuk Halsel
Formapas Malut Geruduk Kantor Pusat PT ARA. Kecam Keras Dugaan Kerusakan Lingkungan
FORMAHSEL Jakarta Siap Kepung Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Halsel
Gerindra Mulai Panaskan Mesin Politik di Halsel, Sahril Thahir Instruksikan PAC dan Ranting Segera Rampung
FORMAPAS MALUT Gelar Aksi di PT Mineral Trobos, Desak APH Usut Dugaan Pelanggaran Perizinan Tambang di Pulau Gebe
HIPMA Halsel Jakarta Pasang Ultimatum! Dugaan Pencemaran lingkungan oleh PT GMM diNilai Ancam Kesehatan Warga
Formapas Malut Resmi Laporkan 11 Dugaan Korupsi di Pulau Taliabu ke Kejaksaan Agung RI

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:18 WIB

Asia Hasyim Bawa Misi Besar dari Konferensi Nasional Kusta 2026 untuk Halsel

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:50 WIB

Formapas Malut Geruduk Kantor Pusat PT ARA. Kecam Keras Dugaan Kerusakan Lingkungan

Senin, 29 Juni 2026 - 21:38 WIB

FORMAHSEL Jakarta Siap Kepung Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Halsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:40 WIB

Gerindra Mulai Panaskan Mesin Politik di Halsel, Sahril Thahir Instruksikan PAC dan Ranting Segera Rampung

Berita Terbaru