Malut, – Wacana bangsa akhir-akhir ini banyak menuai polemik yang begitu serius, salah satu diantaranya adalah terkait reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang ingin diposisikan dibawah kementerian.
Wacana itu menuai kecaman, salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).
Menurut pengamatan DPC GAMKI Halsel, bahwa memposisikan Polri dibawah kementerian sama halnya dengan melemahkan bangsa ini, serta bentuk pengkhianatan terhadap amanah dari perjuangan reformasi 1998.
Hal itu disampaikan lansung oleh Sekretaris DPC GAMKI Halsel, Sefnat Tagaku. Dalam rilisnya, Sefnat begitu menegaskan menolak posisi Polri dibawah kementerian karena dinilai ada kepentingan yang sengaja dibuat untuk melemahkan Polri dan bangsa ini.
“Jika Polri digeser pada posisi dibawah kementerian, ini tidak hanya melemahkan Polri secara institusi, tapi juga ikut melemahkan bangsa ini dari banyaknya kejahatan di bangsa ini”, ucap Sefnat dengan lantang, Jumat (30/01/2026).
Lanjut Sekretaris DPC GAMKI Halsel, “Selain itu, memposisikan Polri dibawah kementerian juga merupakan wujud pengkhianatan terhadap amanah perjuangan reformasi 1998. Bagi saya Polri saat ini sangat ideal bagi bangsa”, tambahnya.
“Karena itu, sebagai masyarakat sadar akan perjuangan reformasi 1998 yang begitu tulus untuk bangsa ini, kami menolak dengan keras Polri dibawah kementerian dan mendukung tetap dibawah satu komando presiden”, tutup Sefnat.
(red)















