BACAN, JS – Nahara Abdullah (59), seorang ibu dari Desa Geti Lama, Kecamatan Bacan Barat Utara, menempuh perjalanan jauh demi mencari keadilan untuk anaknya yang menjadi korban pengeroyokan sadis di Kabupaten Halmahera Selatan.
Alfian Sosoda (17), putra Nahara, dianiaya secara brutal oleh tiga orang tak dikenal (OTK) saat menjemput sepupunya di Kompleks Habibi, Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Minggu (16/2/2025). Akibat aksi biadab itu, Alfian mengalami luka lebam dan pembengkakan di bberapa bagian tubuhnya.
Dngan kondisi ekonomi pas-pasan, Nahara tetap nekat meninggalkan rumah demi memastikan anaknya mendapat keadilan. Ia harus naik speedboat ke Polres Halmahera Selatan dengan biaya yang tak sedikit.
“Saya musti naik speed ke sini, tiketnya Rp100 ribu lebih, belum lagi uang makan. Tapi saya tidak peduli, anak saya tidak nakal, kenapa dia diperlakukan seperti ini?” ujar Nahara, Rabu (19/2/2025), sambil menangis.
Menurut pengakuan Alfian, insiden itu bermula ketika seorang pria memintanya membelikan rokok. Tanpa curiga, Alfian memenuhi permintaan tersebut. Namun, setelah rokok diberikan, pria itu justru menganiaya Alfian brsama dua rekannya.
“Mereka tiga orang. Mereka pukul anak saya dari atas motor sampai jatuh. Anakku diseret, tangannya luka, lehernya bengkak karena dipukul!” tegas Nahara dengan suara bergetar.
Tak tinggal diam, Nahara langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Halmahera Selatan dan mmbawa anaknya ke RSUD Labuha untk divisum sebagai bukti.
“Saya sudah lapor hari Minggu, anak saya juga sudah diperiksa di rumah sakit. Saya mau pelakunya segera ditangkap dan diproses hukum!” pintanya dengan penuh harap.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Halmahera Selatan, AKP Sunadi Sugiono, memastikan bhwa semua laporan masyarakat akan diproses.
“Semua laporan yang masuk di SPKT pasti kami tindaklanjuti. Jadi kasus ini akan berproses,” ujar Sunadi, Kamis (20/2/2025).
Namun, hingga kini Sunadi blum dpat memastikan apakah laporan tersebut sudah ditangani penyidik atau belum.
“Saya akan koordinasi dengan Reskrim untuk memastikan apakah laporan ini sudah masuk ke mereka atau belum,” pungkasnya. (Red)















