LABUHA, – Kontraktor Pembangunan Jalan Sirtu Busua Pasir Putih akhirnya angkat bicara terkait mandeknya proyek peningkatan jalan tanah ke sirtu ruas Pasir Putih-Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utata.
Direktur CV Bima Sakti, Idham Ibrahim kepada awak media, Rabu (2/8/2023) mengakui terkendalanya kegiatan tersebut karena sulitnya mobilisasi alat ke lokasi proyek.
Idham bilang, paska memenangkan tender sejumlah alat berat itu tidak bisa diterjunkan ke lokasi sebab tidak ada kapal seperti Fery yang berkapasitas besar untuk mengangkut alat.
“Kapal Fery berkapasitas besar rute Kayoa Barat tidak ada. Beda dengan Fery rute Ternate Makian itu kapasitasnya besar,” ujar Idham Ibrahim Direktur CV Bima Sakti.
Ia menyebut alat yang rencana dibawa ke lokasi untuk pembangunan jalan sirtu Busua Pasir Putih yaitu 2 Unit Excavator, 1 unit Bomag dan 3 unit Dump Truk.
“Kami tinggal menunggu LCT karena Fery yang jalur Busua Kecamatan Kayoa Barat itu tidak bisa muat alat berat,” terang Idham.
Lebih jauh lagi katanya, saat ini sudah ada kapal atau tongkang yang disiapkan sehingga dalam waktu dekat ini juga sejumlah alat ini akan diterjunkan ke lokasi untuk dilakukan pekerjaan hingga tuntas.
“Sudah siap dan menunggu LCT saja maka alat berat ini akan dibawa ke lokasi proyek untuk dilakukan pekerjaan jalan sirtu Busua Pasir Putih hingga tuntas,” tutupnya. (Red/tim)*















