TERNATE, – Aksi vandalisme yang terjadi di internal Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berupa tulisan di pintu ruangan Sekretaris Daerah (Sekda) Jusuf Sunya berisi pesan “Ganti Sekot Dalam Kegaduhan Pemkot” menuai sorotan publik. Belum diketahui pasti pihak mana yang menjadi pelaku vandalisme ini.
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) Dr. M. Nasir Tamalene dalam pandangannya mengatakan bentuk protes yang di wujudkan dalam aksi vandalisme itu di sebabkan adanya ketidakpercayaan terhadap pemimpin.
Acil sapaan akrab Dr. M. Nasir Tamalene bilang, tindakan vandalisme yang dilakukan di lingkungan Pemerintah Kota Ternate mungkin saja disebabkan oleh Ketidakpuasan politik.
Menurutnya, vandalisme terhadap pemimpin bisa menjadi bentuk ekspresi ketidakpuasan politik terhadap kebijakan atau tindakan yang diambil oleh pemimpin tersebut.
“Orang-orang yang merasa bahwa pemimpin tidak memenuhi harapan atau mengabaikan kebutuhan mereka dapat merespon dengan tindakan vandalisme sebagai bentuk protes atau perlawanan,” kata Nasir Tamalene, Selasa (13/6).
Perbedaan ideologi, katanya bisa juga muncul sebagai hasil dari perbedaan ideologi atau keyakinan politik.
“Individu atau kelompok yang memiliki pandangan atau nilai-nilai yang bertentangan dengan pemimpin tersebut mungkin merasa perlu mengekspresikan ketidaksetujuan mereka melalui tindakan vandalisme yang terkait dengan pemimpin tersebut,” ujar Nasir.
Dalam pandangan lain, Nasir juga berpendapat adanya konflik politik. Dalam situasi ini, vandalisme terhadap pemimpin dapat menjadi bentuk dari perseteruan atau perjuangan kekuasaan antara kelompok yang berbeda.
Kemudian sambungnya, emosi negatif dan kekerasan politik terkadang vandalisme terhadap pemimpin dapat dipicu oleh emosi negatif, seperti kemarahan, frustrasi, atau kekecewaan yang mendalam.
“Sehingga situasi politik yang memanas atau terkait dengan ketidakstabilan politik dapat memicu tindakan kekerasan dan merusak properti yang terkait dengan pemimpin,” sebutnya.
Dari paparan pandangan tersebut, Rektor Unutara ini berkesimpulan jangan-jangan Sekda Kota Ternate Jusuf Sunya yang menjadi sasaran vandalisme. Sebab, tidak lagi menjadi panutan di dalam lingkungan kerjanya.
“Padahal Sekda bertanggung jawab untuk mendukung kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan daerah secara efektif dan efisien,” tukasnya. (Red/tim)*















