TERNATE, – Sejak diresmikan oleh Walikota Ternate Tauhid Soleman pada 20 Desember 2022 lalu, kini seputaran ruang tunggu Terminal Gamalama bagian selatan di penuhi beberapa lapak pedagang.
Hal ini di duga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate melakukan pembiaran terhadap lapak di dalam area ruang tunggu.
Kepala Terminal Gamalama Arifin Usman ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (13/6) mengatakan keberadaan lapak baru itu ditanyakan langsung ke atasanya Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Mochtar Hasyim.
“Lapak itu milik Dharma Wanita Dinas Perhubungan jadi koordinasi sudah dengan pak Kadis,” ucap Arifin singkat.
Terpisah, Mochtar Hasyim ketika di dikonfirmasi malah marah dan merasa keberatan. Mochtar merasa terganggu ketika awak media mengaku telah mewawancarai Wali Kota.
Ia mengaku, lapak tersebut untuk menempatkan sejumlah pedagang yang berjejeran di sisi Timur terminal.
“Karena sebelumnya ada instruksi tentang penertiban lapak buah, supaya tidak lagi menghadap ke jalan raya, melainkan ke dalam terminal,” jelasnya.
Oleh sebab itu, keberadaan lapak di belakang pedagang buah tersebut yang mau ditaruh dekat ruang tunggu terminal.
“Saya kan sudah jelaskan ke ngoni (wartawan), kong (terus) kenapa konfirmasi lagi ke paitua (Wali Kota) lagi bagaimana,” ujar Mochtar dengan nada kesal.
Sementara, Wali Kota Ternate saat ditemui di Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Wilayah Maluku Utara menegaskan, tidak dibolehkan lapak baru di area ruang tunggu terminal.
Situasi dan kondisi ruang tunggu terminal harus tetap sama seperti awal diresmikan.
“Tetap harus sama yang dulu diresmikan, saya tegaskan itu,” tegas Tauhid.
Tauhid bahkan, tak segan-segan mencopot siapa saja yang berani mengizinkan pembangunan lapak di ruang tunggu terminal.
“Sejauh ini belum mendapatkan informasi yang akurat, namun ada beberapa informasi dilaporkan ke saya terkait lapak baru di ruang tunggu Terminal Gamalama,” tandasnya. (Red/tim)*















