Jakarta – Kontroversi Masdar Mansur, anggota DPRD Halmahera Selatan dari Fraksi PDIP, terus memanas. Setelah pernyataannya yang menghina pengkritik DPR dengan kata-kata kasar menuai kecaman, kini muncul isu baru: dugaan adanya “beck up politik” yang membuat Masdar merasa aman dari sanksi.
Nama Irene Yusiana Roba Putri, anggota DPR RI dari Dapil Maluku Utara, ikut terseret dalam pusaran isu ini. Sejumlah percakapan internal kader partai disebut-sebut sempat melibatkan nama Irene.
Nama Irene sempat muncul dalam obrolan kader. Masdar merasa ada dukungan diam-diam dari pusat. Tapi apakah itu benar atau hanya pencatutan nama, belum bisa dipastikan,” ujar sumber internal PDIP yang enggan disebutkan namanya.
Isu ini membuat situasi politik makin panas. Mahasiswa Halmahera Selatan turun ke jalan dan berunjuk rasa di depan kantor DPP PDIP, Jakarta. Mereka mendesak partai tegas menindak kader yang dianggap merendahkan rakyat.
Kalau benar ada beking dari pusat, itu sangat berbahaya. DPR adalah lembaga rakyat, bukan alat segelintir elit. Kalau dibiarkan, sama saja partai ikut melegitimasi penghinaan terhadap rakyat,” kata salah satu orator aksi.
Hingga kini, Irene Yusiana Roba Putri belum memberikan pernyataan resmi soal namanya yang ikut diseret. Publik menanti klarifikasi: apakah Irene benar-benar terlibat, atau justru namanya dipakai sebagai tameng politik oleh Masdar Mansur.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi PDIP. Apakah partai akan menindak tegas kadernya demi menjaga marwah partai, atau justru membiarkan isu “beck up politik” kian merusak citra partai di mata rakyat.(red)















