Tapanuli Selatam – Solidaritas Anak Negeri Pendukung Perubahan (Sang Perubahan) menggelar aksi demonstrasi di tempat penyampaian aspirasi komplek perkantoran Bupati sipirok Kamis (2/10/2025).
Aksi demonstrasi tersebut dikordinatori oleh Rahmad Taufiq Dalimunthe, dalam orasinya Taufiq menyampaikan kekecewaannya terhadap pemkab tapsel atas pemeliharaan rumah dinas yang terkesan pemborosan ditengah efisiensi anggaran.
Menurutnya Pemkab Tapsel sudah kangkangi Inpres nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran yang mana seorang Bupati diintruksikan mengurangi belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output yang terukur serta memfokuskan alokasi anggaran belanja pada pelayanan publik , tidak berdasarkan pada pemeratan antar perangkat daerah atau berdasarkan alokasi anggaran belanja pada tahun sebelumnya.
” Tahun 2024 sudah dilakukan pemeliharaan rumah dinas, tahun ini dilakukan lagi. ini terkesan dipaksakan yang kami duga untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Ini kurang selektif karena sama-sama kita ketahui rumah dinas jarang ditempati dan bahkan rumah dinas sama sekali tidak pernah ditempati” kata Taufiq.
Disamping itu Taufiq juga menyatakan bahwa target efisiensi anggaran tidak berlaku di Tapanuii selatan. menurut Taufiq masih banyak masyarakat di sekitar komplek perkantoran Bupati yang berada di garis kemiskinan.
” Ini bukan lagi soal anggaran, tapi soal moral tidak patuh pada perintah presiden dan terkesan bermewah-mewah ditengah sulitnya ekonomi masyarakat Tapanuli Selatan pada saat ini. Tak usah jauh-jauh satu km dari komplek perkantoran Bupati ini saja sudah kita temukan dengan berbagai macam permasalahan ekonominya” ujar taufiq.
Saat diwawancarai media, Taufiq memperlihatkan beberapa data terkait anggaran Pemeliharaan yang mencapai Rp. 1.686.000.000 dengan rincian sebagai berikut.
– Pemeliharaan alat besar – alat bantu- pembangkit Uap air panas/ stream generator senilai Rp. 130.000.000
– Pemeliharaan alat kantor dan rumah tangga- alat rumah tangga- mebel senilai Rp. 155.000.000
– Pemeliharaan Rumah dinas sekda di sipirok senilai Rp. 50.000.000
– Pemeliharaan Rumah dinas KDH di sipirok senilai Rp. 20.000.000
– Pemeliharaan gedung kantor PKK senilai Rp. 50.000.000.
– Pemeliharaan rumah dinas WKDH di Padangsidimpuan senilai Rp 20.000.000
– Pemeliharaan eks kantor bupati senilai Rp. 20.000.000
– Pemeliharaan/ rehab mess pemkab tapsel di Medan senilai Rp. 150.000.000
– Pemeliharaan Mess Pemkab Tapsel di Padangsidimpuan senilai Rp. 50.000.000
– Pengecetan rumah dinas KDH, WKDH, SEKDA di Sipirok senilai Rp. 150.000.000
– Rehb mes Pemkab Tapsel di sidimpuan senilai Rp. 100.000.000
– Rehab pagar kantor PKK di sidimpuan Senilai Rp. 150.000.000
– Rehab rumah dinas WKDH di sipirok senilai Rp. 175.000.000
– Rehab ruang kerja KDH senilai Rp. 200.000.000
– Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Tinggal Lainnya (Pembangunan gedung laundry rumah dinas KDH) Senilai Rp. 150.000.000
– Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga-Alat Rumah Tangga-Alat Rumah Tangga Lainnya (Home Use) senilai Rp. 30.000.000
– Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung-Bangunan Gedung Tempat Kerja-Taman (Pemeliharaan Taman Rumah Dinas / Jabatan KDH; Pemeliharaan Taman Rumah Dinas / Jabatan WKDH; Pemeliharaan Taman Rumah Dinas / Jabatan Sekda) senilai Rp 86.585.000
Aksi unjuk rasa tersebut diterima oleh asisten 2 Ali Akbar Hutasuhut namun pengunjuk rasa menolak karena dianggap tidak memiliki kapasitas untuk menjawab tuntutan aksi.
Taufiq juga menyatakan pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa jilid 2.
“Kami akan datang lagi, insyaallah dengan jumlah massa yang banyak” tutup Taufiq.(red)

















