Hingga Hari Ke 4, Dua Korban Kecelakaan Longboat Di Perairan Maluku Utara Belum Ditemukan

Rabu, 23 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR saat lakukan Pencarian Korban Long Boat di Perairan Halbar./Doc-Istimewa

Tim SAR saat lakukan Pencarian Korban Long Boat di Perairan Halbar./Doc-Istimewa

HALBAR, Jarumsatu.com – Hingga memasuki hari ke 4 operasi SAR, Dua Orang korban Longboat yang tenggelam di perairan Halmahera Barat pada 19 Agustus lalu belum ditemukan hingga saat ini.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Ternate, Bram Madya Mengatakan, Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan melibatkan beberapa unsur sar yg terlibat. Operasi sar hari ke empat dimulai dari pagi pukul 07.00 WIT. hingga sore hari pukul 17.50 WIT. Namun korban belum juga ditemukan.

“Pencarian dilakukan dengan menggunakan RIB 04 Basarnas Ternate hingga 16 Nm dari LKP di perairan Halmahera Barat. Sementara Longboat Masyarakat melakukan penyisiran hingga 10 Nm arah utara perairan Halmahera Barat,”ujar Bram melalui keterangan resmi yang diterima media ini, Rabu (23/08/2023)

Menurutnya, Pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ke lima kamis besok pukul 07.00 WIT.

Bram bilang, Unsur Terlibat. Basarnas Ternate, Kodim 1501/Ternate, Ditpolair Polda Malut, BPBD Kab. Halbar, Koramil 1501-04/Sahu, Babinsa Desa Todahe, Bhabinkamtibmas Polsek Sahu dan Masyarakat Setempat.

Untuk diketahui bahwa Identitas Korban Dalam Pencarian (DP) :
1. Nama : Rendy Haya
Umur : 25 Th
2. Nama : Eko
Umur : 35 Th
(Red/Tim)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas
DLH Halsel Tegaskan Tak Pernah Legalkan Pengambilan Topsoil, Siap Proses Oknum Jika Terbukti Terlibat
Oknum ASN KPH Diduga Jadi Aktor Utama di Balik Jual Beli 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:48 WIB

Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terbaru