Jarumsatu.com, TERNATE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, menyoroti perkembangan dinamika Pemilu di Kota Ternate.
“Salah satunya adalah pemasangan media sosialisasi partai politik berupa spanduk, baliho, bener dan lain-lain yang terpasang di berbagai tempat,” ungkap Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan, Selasa (21/3/2023).
Menurut Kifli, berdasarkan pengamatan dan pengawasan Bawaslu Kota Ternate terdapat bakal calon legislatif (Bacaleg) yang memasang alat peraga sosialisasinya di tempat ibadah.
“Kami meminta kepada semua Parpol agar memahami regulasi dan mengedukasi internal pengurus partainya secara keseluruhan, jangan sampai pemahaman regulasi hanya di pahami oleh pimpinan partai tetapi juga harus turun sampai ke semua jajaran pengurus dan anggota partai. Sehingga mereka juga memahami norma di mana yang dilarang dan yang mana di perbolehkan, dimana yang melanggar dan di mana yang dipatuhi,” urai Kifli menjelaskan.
Dia, (kifli-red) menghimbau agar jangan menjadikan tempat ibadah, lembaga pendidikan, dan kantor pemerintahan sebagai wadah sosialisasi.
“Jangan sampai publik menilai bahwa lembaga pendidikan, tempat ibadah ataupun kantor pemerintahan punya keberpihakan dan terlibat dalam politik praktis,” terangnya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa saat ini sudah ada peserta Pemilu yang di tetapkan oleh KPU walaupun belum ada penetapan caleg dan jadwal kampanye.
“Tugas kita sama-sama menjaga atmosfer politik menjadi baik hingg kualitas pemilu kita di Kota Ternate menjadi berkualitas. Apalagi di bulan ramadhan, kami meminta kita sama-sama menjaga iklim demokrasi di Ternate. Kami berharap di bulan ramadhan yang barokah ini kita semua mampu menjaga pikiran, ucapan, sikap dan tindakan kita agar tidak terjadi politik SARA,” tuturnya.
Sosialisasi bakal calon dan partai politik, tambahnya, merupakan hak setiap warga negara dan setiap parpol, tetapi juga harus menjaga atmosfer demokrasi dan norma dalam bersosialisasi .
“Silahkan semua Parpol dan bakal calon legistor mensosialisasikan diri tetapi juga harus mematuhi norma dan menjaga atmosfer demokrasi ini agar pemilu kita menjadi lebih berkuakitas,” pungkasnya. (Red/tim)*

















