Ternate — Diskusi panel bertajuk “Politik Digital: Kuasa, Perilaku Sosial, dan Ekosistem Komunikasi Kontemporer” yang digelar kolaborasi lintas program studi di FISIP UMMU sukses menyita perhatian mahasiswa dan generasi muda di Maluku Utara. Kegiatan yang berlangsung di Rotasi Cafe itu berlangsung hangat, kritis, dan penuh antusias.
Forum akademik tersebut menghadirkan ruang dialog terbuka mengenai perubahan sosial di era digital, mulai dari pengaruh media sosial terhadap demokrasi, budaya buzzer, algoritma digital, hingga pola komunikasi generasi muda di ruang virtual.
Koordinator kolaborasi, Samsir Hamajen mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi biasa, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kritis masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
“Media sosial hari ini bukan lagi hanya alat komunikasi, tetapi sudah menjadi arena perebutan opini, identitas, bahkan kekuasaan. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kesadaran kritis agar tidak mudah terjebak dalam polarisasi dan manipulasi informasi,” ujar Samsir.
Menurutnya, pendekatan multidisipliner yang melibatkan Program Studi Ilmu Politik, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, dan Psikologi menjadi kekuatan utama dalam membedah fenomena politik digital secara lebih komprehensif dan manusiawi.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Iksan R.A. Arsad selaku Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba selaku Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, serta akademisi UMMU Agusmawanda.
Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, kegiatan ini juga menunjukkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap masa depan demokrasi dan etika komunikasi di era digital.
Samsir menegaskan, kolaborasi lintas prodi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara akan terus dilanjutkan dengan konsep dan format yang lebih segar.
“Kami ingin menghadirkan lebih banyak ruang dialog publik yang sehat, inklusif, dan mencerahkan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis sekaligus solusi bagi persoalan sosial masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Dekan FISIP serta para dosen dan inisiator kegiatan, di antaranya Zulkifli Hi Saleh, Syaiful Bahri, Yahya Alhadad, M Nofrizal Amir, dan Samsir Hamajen. (red)

















