Hari Pendidikan Nasional: jeheskiel Popana kembalikan pada amanat UUD 1945 Negara wajib Mencerdaskan Bangsa

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Mahasiswa hukum Universitas Trisakti, Jeheskiel Miguel Popana,

Ket: Mahasiswa hukum Universitas Trisakti, Jeheskiel Miguel Popana,

jakarta – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, mahasiswa hukum Universitas Trisakti, Jeheskiel Miguel Popana, menyampaikan refleksi mendalam dengan mengingatkan seluruh elemen bangsa pada landasan kuat konstitusi Indonesia.

Sebagai putra daerah yang berasal dari Desa Bobo, Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara, Jeheskiel menekankan bahwa kemajuan pendidikan bukan sekadar program, melainkan tujuan dasar berdirinya negara ini.

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita kembali pada dasar negara. Mari kita ingat kembali pada landasan kuat yang tertuang dalam Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945, yang dengan tegas merumuskan empat tujuan negara Indonesia,” ujar Jeheskiel Popana,

Lebih lanjut ia membacakan kembali amanat luhur tersebut:

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

•Memajukan kesejahteraan umum.

•Mencerdaskan kehidupan bangsa.”

•MAKNA DAN TUNTUTAN HUKUM

Menurut Jeheskel, kalimat “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” memiliki makna yang sangat dalam dan mengikat. Ini adalah kewajiban negara yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Tiga poin ini saling berkaitan. Negara tidak bisa melindungi dan mensejahterakan rakyatnya jika tidak mencerdaskannya terlebih dahulu. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah kunci kemajuan,” tegas mahasiswa hukum ini.

Ia menambahkan, sebagai anak negeri yang berasal dari Pulau Obi, kalimat ini menjadi dasar tuntutan yang sangat kuat.

Berdasarkan bunyi UUD 1945 tersebut, maka sudah sangat jelas dan tegas bahwa setiap anak bangsa, di manapun berada, termasuk generasi anak negeri di Pulau Obi, berhak mendapatkan pendidikan yang layak, berkualitas, dan setara dengan kota-kota lain di Provinsi Maluku Utara. Ini adalah hak konstitusional yang harus dijamin negara,” pungkasnya.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita wujudkan isi hati dan pikiran para pendiri bangsa dengan menjamin pendidikan yang adil untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutup Jeheskiel Miguel Popana. (red)

Berita Terkait

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kepsek SDN 241 Kuo Bala-bala Bungkam, Pengelolaan Dana BOS Kian Disorot
Dugaan Penghambatan PPG Menguat, Kepsek SDN 79 Halsel Alfred Dagalego Diduga Persulit Guru Frengky Lukumani
Dugaan Korupsi Beasiswa STAI Labuha Naik Penyidikan, Kejari Halsel Bidik Aktor Utama di Baliknya
Kado Indah HUT ke-23 Halmahera Selatan, Program “SARUMA CERDAS” Jadi Solusi Atasi Anak Tidak Sekolah
Dengan PERAHU SARUMA dan Kolaborasi Tiga Pilar Menuju Senyum Halmahera Selatan yang Berkelanjutan
Wisuda PAUD KB Anak Hebat Mandiri PT GMM Berlangsung Meriah, Penuh Tawa dan Haru
Generasi Digital dan Masa Depan Demokrasi, Diskusi Panel FISIP UMMU Jadi Magnet Anak Muda

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:05 WIB

Kepsek SDN 241 Kuo Bala-bala Bungkam, Pengelolaan Dana BOS Kian Disorot

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dugaan Penghambatan PPG Menguat, Kepsek SDN 79 Halsel Alfred Dagalego Diduga Persulit Guru Frengky Lukumani

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:01 WIB

Dugaan Korupsi Beasiswa STAI Labuha Naik Penyidikan, Kejari Halsel Bidik Aktor Utama di Baliknya

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:54 WIB

Kado Indah HUT ke-23 Halmahera Selatan, Program “SARUMA CERDAS” Jadi Solusi Atasi Anak Tidak Sekolah

Berita Terbaru