Seram Bagian Timur – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kian memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tergenang air, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan dipenuhi lubang, batu lepas, serta genangan air yang cukup dalam. Kondisi tersebut menyulitkan pengendara, terutama kendaraan roda dua, karena lubang-lubang jalan kerap tertutup air dan tidak terlihat dengan jelas.
Selain berisiko menimbulkan kecelakaan, kerusakan jalan ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat. Mobilitas warga menjadi terganggu, termasuk distribusi barang yang ikut terhambat akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Nyong A. Rumagutawan, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur bersama Satuan Kerja (Satker) III Provinsi Maluku untuk segera mengambil langkah konkret.
“Ini bukan sekadar keluhan biasa, tetapi sudah menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan tidak menunggu hingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
SEMMI juga mendorong agar pemerintah segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi, menyusun langkah perbaikan darurat, serta merencanakan peningkatan kualitas jalan secara permanen. Selain itu, pembangunan sistem drainase dinilai penting guna mencegah terjadinya genangan air berulang.
Menurutnya, keterlambatan penanganan infrastruktur dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mengingat jalan merupakan salah satu fasilitas utama penunjang aktivitas ekonomi dan sosial.
SEMMI berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera merespons kondisi tersebut dengan tindakan nyata dalam waktu dekat, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. (red)















