Dikepung Dua Sungai, Warga Desa Bobo Hidup dalam Ancaman Banjir Puluhan Tahun

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Desa Bobo Saat Dilanda Banjir.Minggu 15/03/2026|foto jarumSatu.com

Ket: Desa Bobo Saat Dilanda Banjir.Minggu 15/03/2026|foto jarumSatu.com

OBI SELATAN, Halsel – Warga Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, kembali meminta perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kebutuhan normalisasi sungai yang melintasi permukiman mereka.

Dua sungai besar, yakni Sungai Peda dan Sungai Gosora, yang mengalir tepat di tengah perkampungan, selama ini menjadi penyebab banjir yang terus berulang setiap musim hujan.

Permintaan tersebut kembali disuarakan warga setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari pada Minggu (15/03/2026). Kondisi tersebut membuat debit air sungai meningkat dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan potensi banjir yang dapat menggenangi rumah-rumah warga.

Menurut warga, permasalahan banjir di Desa Bobo bukanlah hal baru. Kondisi ini bahkan telah terjadi selama puluhan tahun tanpa penanganan yang serius dan menyeluruh dari pemerintah.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan maupun instansi terkait, dapat segera melakukan langkah konkret berupa normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir yang setiap tahun menghantui warga.

Selain normalisasi alur sungai, warga juga mengusulkan pembangunan talut serta pemasangan bronjong di sepanjang bantaran Sungai Peda dan Sungai Gosora. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menahan abrasi tebing sungai sekaligus mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Setiap musim hujan kami selalu was-was karena air sungai bisa meluap kapan saja. Sudah puluhan tahun kondisi ini terjadi,” ungkap warga.

Warga berharap aspirasi ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga penanganan banjir di Desa Bobo tidak lagi hanya menjadi keluhan tahunan, tetapi benar-benar mendapat solusi nyata demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru