Pelantikan ASN Dinilai Diskriminatif terhadap Putra-Putri Taniwel Raya, Warga Ancam Blokade Kantor Bupati SBB

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Harun Matayane, SH, Putra Nusa Ina

Ket: Harun Matayane, SH, Putra Nusa Ina

SBB. — Kebijakan pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menuai sorotan tajam. Pelantikan pejabat eselon II, III dan IV yang berlangsung pada Senin lalu dinilai sarat ketidakadilan karena tidak mengakomodir putra-putri terbaik dari wilayah Taniwel Raya.

Kekecewaan tersebut disampaikan langsung oleh Harun Matayane, SH, salah satu anak negeri Taniwel Raya. Ia menilai proses pelantikan tersebut telah mencederai prinsip keadilan dan representasi wilayah dalam birokrasi pemerintahan di Bumi Saka Mese Nusa.

Menurut Harun, terdapat sejumlah pejabat yang secara administratif dan kompetensi telah memenuhi persyaratan jabatan, namun sama sekali tidak diberikan kesempatan dalam proses pelantikan.

“Berdasarkan data yang kami himpun, terdapat 6 pejabat eselon III dan 21 pejabat eselon IV asal Taniwel Raya yang telah memenuhi syarat, tetapi tidak diakomodir dalam pelantikan yang dilakukan pemerintah daerah pada hari Senin,” ungkap Harun.

Ia menilai situasi ini bukan sekadar persoalan rotasi jabatan biasa, tetapi sudah mengarah pada bentuk ketidakadilan birokrasi yang berpotensi memunculkan kekecewaan serius di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar soal jabatan, tetapi soal keadilan bagi seluruh wilayah di Kabupaten Seram Bagian Barat. Jangan sampai birokrasi dijalankan dengan cara yang menutup ruang bagi daerah tertentu,” tegasnya.

Harun juga menegaskan bahwa masyarakat Taniwel Raya mendesak Bupati Seram Bagian Barat untuk mengevaluasi bahkan membatalkan proses pelantikan tersebut, serta membuka kembali ruang bagi seluruh ASN yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika tuntutan tersebut tidak direspons secara serius, ia memastikan masyarakat Taniwel Raya siap mengambil langkah yang lebih tegas.

“Apabila pemerintah daerah tetap menutup mata terhadap persoalan ini, maka kami akan menggalang kekuatan masyarakat untuk melakukan aksi blokade Kantor Bupati Seram Bagian Barat hingga ada keputusan yang adil dan mengakomodir semua unsur yang telah memenuhi syarat,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menambahkan, langkah tersebut bukan untuk menciptakan instabilitas daerah, melainkan sebagai bentuk perjuangan moral untuk menegakkan keadilan birokrasi.

“Bumi Saka Mese Nusa ini milik semua anak negeri. Karena itu, kebijakan pemerintah harus mencerminkan rasa keadilan dan tidak boleh meminggirkan wilayah tertentu, termasuk Taniwel Raya,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan masyarakat Taniwel Raya atas proses pelantikan tersebut.(red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru