Halut, Maluku Utara — Kinerja Kepolisian Resor Halmahera Utara tengah menjadi sorotan setelah laporan dugaan pengeroyokan yang masuk sejak 4 Januari 2026 disebut belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Kondisi ini memicu tanda tanya publik soal kecepatan dan keterbukaan penanganan perkara.
Laporan tersebut berkaitan dengan insiden keributan antar pemuda di perbatasan Desa Efi-efi dan Desa Tioua saat malam perayaan Tahun Baru.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah sumber, keributan terjadi sekitar pukul 21.00 WIT dan memanas hingga berujung perkelahian. Sekitar pukul 23.00 WIT, dua warga yang hendak pulang disebut sempat dihentikan di perbatasan desa.
Salah satu korban, Claudio Pattiasina, berada bersama rekannya ketika terjadi adu mulut. Perkelahian disebut bermula setelah seorang pria bernama Jefto Hengkengbala diduga mengajak berkelahi. Situasi kemudian melibatkan beberapa orang, dan Jeri Oya turut disebut berada di lokasi.
Dalam insiden itu, Claudio mengalami luka sobek di kepala akibat benda yang diduga mengenainya dan dievakuasi warga. Hingga kini, kronologi detail dan pihak yang paling bertanggung jawab masih dalam penelusuran.
Korban (Ricky) Telah membuat laporan resmi melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/10/I/SPKT/2026. Dalam laporannya, ia menyebut dugaan pengeroyokan dilakukan oleh beberapa orang, termasuk nama yang juga muncul dalam kronologi kejadian.
Namun, menurut pengakuannya, sampai saat ini ia belum menerima informasi perkembangan berarti terkait status laporannya.
“Saya sudah lapor resmi. Harapan saya hanya satu: ada kejelasan proses hukum,” ujarnya.
Pihak keluarga korban menilai minimnya informasi dari penanganan kasus ini justru memicu tanda tanya dan spekulasi di tengah masyarakat. Mereka menegaskan, kritik yang disampaikan lahir dari kekecewaan atas belum adanya kepastian, sekaligus menjadi tekanan moral agar penegakan hukum benar-benar dijalankan secara transparan, profesional, dan tidak berlarut-larut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Halmahera Utara terkait perkembangan laporan tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan.(RL/red)















