Jarang Berkantor, Camat Obi Barat Jadi Sorotan Publik

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Kantor kecamatan Obi Barat Desa Jikohay.|foto jarumSatu.Com

Ket: Kantor kecamatan Obi Barat Desa Jikohay.|foto jarumSatu.Com

Obi, Halmahera Selatan — Warga Desa Jikohay, Kecamatan Obi Barat, menyampaikan keluhan serius terkait kinerja pimpinan Kecamatan Obi Barat. Mereka menyoroti dugaan rendahnya disiplin aparatur kecamatan yang dinilai berdampak pada pelayanan publik dan agenda pemerintahan.

Menurut keterangan Sumber terpercaya, sejak selesai Upacara 17 Agustus 2025, Camat Obi Barat Risno Djia, S.Pd dan Sekretaris Camat Wa Ode Kasmiati Banya, S.SE disebut jarang terlihat berkantor. Warga bahkan mengklaim keduanya sudah sekitar enam bulan tidak aktif masuk kantor.

“Setelah upacara 17 Agustus itu, mereka tinggal kantor. Sampai sekarang hampir tidak pernah masuk. Baru belakangan muncul lagi saat agenda Musrenbang,” ungkap salah satu warga Jikohay.

Akibat kondisi tersebut, warga menilai penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan menjadi tidak maksimal. Mereka mencontohkan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan yang disebut belum terlaksana di Obi Barat, sementara kecamatan lain di Halmahera Selatan sudah lebih dulu melaksanakan.

Warga mempertanyakan konsistensi pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. Mereka menyinggung Peraturan Bupati Halmahera Selatan Nomor 24 Tahun 2016 yang menegaskan tugas Camat dalam koordinasi pemerintahan, pembinaan, pengawasan, dan pelaporan kepada Bupati.

“Kalau proyek cepat disorot, mestinya disiplin pejabat juga diawasi. Jangan sampai ada kesan tebang pilih,” kata warga lainnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan turun tangan melakukan evaluasi agar pelayanan publik tidak terganggu dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kecamatan Obi Barat belum memberikan klarifikasi resmi terkait laporan warga tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait.(red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru