LABUHA — Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel), Polda Maluku Utara, tengah menyelidiki penyebab kecelakaan lalu lintas (laka) tunggal yang terjadi di Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Kamis (29/1/2026) dini hari.
Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil dinas Pertamina jenis Toyota Hilux warna hitam bernomor polisi DB 9730 SAN. Kendaraan itu diketahui dikemudikan oleh Martho Swarday, yang disebut sebagai manajer Fuel Terminal Pertamina Babang, bersama seorang perempuan berinisial S.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil bergerak dari arah Desa Babang menuju Kota Labuha sekitar pukul 03.00 WIT. Saat melintas di Desa Wayamiga, kendaraan diduga keluar jalur ke kanan hingga menabrak bangunan kios beton dan tiga sepeda motor yang terparkir di lokasi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pengemudi dan penumpangnya mengalami luka ringan dan sempat dilarikan ke RSUD Labuha untuk mendapat perawatan.
Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab kecelakaan, termasuk dugaan pengemudi berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Untuk dugaan pengendara dalam kondisi mabuk masih kami telusuri,” ujar Hendra, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, terkait kerugian material, telah ada kesepakatan antara pihak pengemudi dan pemilik bangunan serta kendaraan yang rusak.
“Sudah ada kesepakatan ganti rugi. Pelaku siap mengganti kerusakan kios dan tiga sepeda motor,” jelasnya.
Menurut Kapolres, peristiwa itu sebenarnya terjadi pada Kamis pekan lalu, namun laporan baru diterima polisi beberapa hari setelahnya. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun dilakukan pada Senin (2/2/2026).
“Kejadiannya pekan lalu, tetapi kami baru menerima informasi, sehingga olah TKP dilakukan Senin,” katanya.
Sementara itu, upaya wartawan untuk mengonfirmasi langsung kepada Martho Swarday belum membuahkan hasil. Yang bersangkutan belum memberikan keterangan hingga berita ini diturunkan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara, terutama pada jam rawan dini hari, demi menghindari risiko kecelakaan.
(red)















