LABUHA – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara Bassam Kasuba Geram atas ketidak terbukaan kepala dinas terhadap staf.
Sejauh ini orang nomor satu di Pemda Halsel itu sering mendapat informasi terkait ketidak harmonisan antara Kepala Dinas dan staf, terutama perencanaan dan bendahara.
“Sampai hari ini saya melihat masih banyak konflik yang sangat intens di OPD entah Kadis dengan jajarannya dan sebaliknya,” ujar Bupati Halsel Bassam saat memimpin apel Senin (27/10) pagi tadi.
Bassam bilang, memang benar perbedaan yang muncul di antara kita adalah lumrah, hal biasa berbeda pandangan, sehingga dirinya meminta pimpinan OPD harus mampuh mengayomi bawahannya begitu juga staf harus mampuh mengikuti dan mengimbangi kebijakan pimpinan sebab loyalitas itu sangat penting.
“Namun konflik di OPD ini lagi-lagi masalah anggaran, baik itu kebijakan perjalanan dinas serta kegiatan, itu yang sering terjadi maka pada kesempatan ini dihimbaukan kepada pimpinan OPD agar terbuka,” jelas politisi muda PKS Halsel itu.
Bassam juga menyentil soal konflik OPD ini juga terjadi karena peran perencanaan dan bendahara yang berlaga kepala dinas, atur-atur soal keuangan tanpa petunjuk pimpinan.
“Bendahara dan perencanaan menempatkan diri seolah sebagai Kadis mau atur-atur doi sendiri,” tegasnya dengan nada sesal.
Menurutnya, posisi perencanaan dan bendahara ini sangat krusial sehingga diharapkan kedepan mengoptimalkan kegiatan pada program visi misi Agromaritim Bassam-Helmi.
Bassam juga mewarning agar tidak lagi ada mafia dalam tubuh OPD sebab banyak sekali informasi ada oknum-oknum tertentu yang jadikan OPD sebagai ladang pendapatan atau tokoh.
“Saya tidak akan main-main dengan ini, jika kedepan ditemukan ada oknum di OPD mafiah maka saya akan ganti dan mutasikan bersangkutan ke tempat yang jauh. Bahkan saya akan turunkan tim Investigasi cari tahu dan proses sampai tuntas,” kata Bassam mengakhiri.(red)















