Tiga Tahun Panen, Nol Pembagian! Warga Gane Desak PT GMM Buka Buku Hasil Sawit

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkebunan Sawit, PT GMM||foto JarumSatu.Com

Perkebunan Sawit, PT GMM||foto JarumSatu.Com

HALSEL — Warga empat desa di wilayah Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, kini mempertanyakan kejelasan hasil panen kelapa sawit seluas 250 hektar yang sejak awal diperuntukkan bagi masyarakat melalui kerja sama dengan Koperasi Gane dan PT GMM sebagai pihak pengelola.

Sudah tiga tahun berjalan, kebun sawit tersebut dikabarkan telah berproduksi dan menghasilkan panen rutin. Namun hingga kini, tak satu pun warga dari empat desa penerima manfaat yang merasakan hasil dari kebun tersebut.

Berdasarkan estimasi warga, nilai panen sawit dari lahan 250 hektar selama tiga tahun terakhir diperkirakan mencapai sekitar Rp9 miliar. Nilai itu disebut cukup besar untuk menopang kesejahteraan masyarakat desa, apabila dikelola dengan transparan.

Sejak kebun itu panen, kami tidak pernah diberi laporan atau pembagian hasil. Padahal lahan itu katanya untuk masyarakat melalui koperasi,” ungkap salah satu warga Gane dengan nada kecewa.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak PT GMM maupun Koperasi Gane terkait alasan belum tersalurkannya hasil panen tersebut kepada masyarakat. Warga pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan audit dan memastikan ke mana hasil sawit tersebut mengalir.

Kami tidak menuduh siapa pun, tapi kami butuh kejelasan. Jangan sampai hasil sawit rakyat hilang begitu saja,” tambah warga lainnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Halmahera Selatan, seiring meningkatnya desakan agar PT GMM bersikap terbuka dan mempertanggungjawabkan pengelolaan hasil kebun sawit yang melibatkan masyarakat empat desa di wilayah Gane.(red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru