Labuha – Dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan kembali tercoreng. Kepala Sekolah SMP Negeri 44 Satu Atap (Satap) Halmahera Selatan, Ruslan Abdurahman, S.Ag, diduga mangkir dari tugas sejak April 2025 hingga kini memasuki Agustus 2025.
Kondisi ini membuat aktivitas pendidikan di sekolah yang berlokasi di Desa Sekely, Kecamatan Gane Barat Selatan tersebut berjalan tanpa kendali. Ironisnya, ketidakhadiran kepala sekolah terjadi di saat siswa sedang menghadapi jadwal asesmen.
Sejumlah wali murid mengaku kecewa atas sikap abai kepsek. “Bagaimana pendidikan bisa berjalan normal kalau kepala sekolah sendiri tidak ada di tempat tugas? Apalagi saat ini siswa butuh arahan menghadapi asesmen. Ini jelas bentuk pengabaian tanggung jawab,” ujar salah satu wali murid dengan nada kesal.
Bahkan, sejak bulan lalu, hasil ujian siswa yang dibawa langsung oleh kepsek juga belum pernah dikembalikan ke sekolah. Hal ini semakin memperburuk kondisi administrasi dan menambah keresahan para orang tua siswa.
Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Halmahera Selatan segera turun tangan mengevaluasi sekaligus mengambil langkah tegas. “Kalau memang tidak mampu jalankan tugas, lebih baik mundur daripada mengorbankan hak belajar siswa,” tegas seorang warga.
Ketidakhadiran kepala sekolah selama berbulan-bulan dinilai mencoreng wajah pendidikan di Halsel. Publik menilai, seorang pemimpin pendidikan seharusnya menjadi teladan, bukan justru meninggalkan kewajiban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SMPN 44 Satap Halsel, Ruslan Abdurahman, S.Ag, masih dalam upaya konfirmasi.( Red)

















