Warga Boikot Satu Perusahan Tambang di Obi

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat saat adu mulut dengan pihak keamanan (dok//JMG)

Masyarakat saat adu mulut dengan pihak keamanan (dok//JMG)

LABUHA – Warga Desa Bobo Kecamatan Obi Selatan Halmahera Selatan terpaksa memalang aktifitas PT. Intim Mining Santosa (IMS).

Perusahan tambang yang kini beraktivitas tepatnya di hutan belakan Desa Bobo itu terpaksa berhenti sejenak.

Pasalnya PT. IMS diduga menerobos lahan warga setempat. Puluhan warga Bobo yang dipimpin Lido Gahunting ini terpaksa memalang sejumlah alat berat milik PT. IMS yang sedang beraktifitas pada lahan mereka.

Lido pada sebuah video berdurasi 7 menit yang diterima Redaksi jarumsatu.com, itu melakukan pemalang aktifitas alat berat milik PT. IMS.

Dia mengaku lahan yang diperolehnya bukan kaplingan namun warisan turun pemurun dari orang tuanya yang dibuktikan dengan sejumlah tanaman kayu damar.

Lahan serta tanaman itu sejak 1912 sebelum adanya perusahan, dan sekarang aktifitas perusahan selama tidak menggangu lahan ini pihaknya tidak melakukan protes namun sekarang perusahan tengah menghancurkan tanaman miliknya terpaksa aktifitas perusahan diboikot.

“Saya tidak pernah menggangu perusahan selama perusahan tidak menggangu tanaman di lahan saya, kemarin saya sudah bilang ada tanaman baru berupa pohon jambuh dan tanaman lama sejak leluhur kami tahun 1912 itu kami selalu menjaga tanaman itu pohon damar kami jaga sampai sekarang,” kata Lido dihadapan seorang anggota polisi didampingi seorang security dan 3 orang operator PT. IMS.

Menurutnnya, agar perusahan tahu bahwa lahan ini bukan kaplingan tetapi tanah milik leluhurnya yang selalu dijaga hingga sekarang. Lido juga menyebut awalnya sudah melarang PT. IMS untuk tidak masuk beroperasi di lahannya karena akan merusak tanaman yang sejak lama ditanam oleh orang tuanya.

“Saya awal sudah melarang alat berat ini beraktifitas di lahan saya tapi buktinya tanaman saya dirusaki perusahan,” tegas Lido.

Sementara itu, PT. IMS masih dalam upaya konformasi. Hingga berita ini ditayang belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahan. (red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru