Satpol-Polres Halsel Dituding Beking Cafe Fotune 

Rabu, 21 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto minuman keras Drum atau sejenis Captain Morgan di dalam room Cafe Fortune (foto//sadam)

Foto minuman keras Drum atau sejenis Captain Morgan di dalam room Cafe Fortune (foto//sadam)

LABUHA – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Pemkab Halsel, diduga melindungi aktivita Caffe Fortune milik Hendrik The alias Ko Hin di Desa Tomori Kecamatan Bacan.

Dugaan melindungi aktifitas Caffe Fortune ini, bisa dilihat ketika razia malam yang dilakukan oleh anggota Kepolisian dan anggota Satpol PP pada malam hari.

Anggota Satpol PP dan anggota Polres Halsel terpantau lebih intens melakukan razia di Caffe Bungalow, Caffe Hoox dan Caffe Modiv, sementara di Caffe Fortune, sangat jarang bahkan tidak terlihat, sehingga terkesan ada pilih kasih atau bisa dibilang aktivitas Caffe Fortune di lindungi oleh Pemda Halsel dan Poleres Halsel.

“Kalau ada perda tentang larangan Minuman Keras, maka bukan hanya Caffe Bungalow, Hoox dan Modiv yang memasok Minuman Keras, tapi Caffe Fortune juga melakukan hal yang sama tapi tidak pernah dilakukan razia oleh Polres dan Satpol PP,” ungkap Sekertaris Wilayah Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara, Sarjan Hud kepada wartawan, Rabu (21/5/2025).

Sarjan menegaskan, jika Polres dan Pemda Halsel serius memberantas minuman keras, maka proses razian bukan hanya dilakukan di cafe cafe tertentu, tapi yang terjadi saat ini yang terlihat, Polres dan Satpol PP melindungi Caffe Fortune, tapi Caffe yang lain di razia setiap saat.

“Padahal sesuai informasi, Caffe Fortune bukan saja menyediakan minuman keras jenis cap tikus, tapi minuman berlebel juga disiapkan, tapi anehnya tidak pernah di razia dan di segel oleh Satpol dan Polres,” cetusnya.

Sarjan bahkan menantang pihak Kepolisian dan Satpol PP untuk merazia Caffe Fortune, tapi proses Razia juga harus benar benar sesuai prosedur, jangan lagi proses Razia mau dilakukan, tapi ada oknum yang sudah melaporkan kepada pemilik Caffe jika ada Razia, kemudian Caffe di sterilkan dari segala bentuk minuman.

“Kami meminta pak Bupati menelusuri kinerja Satpol PP, karena diduga telah masuk angin dalam melakukan razia tempat hiburan malam dan terkesan melindungi Caffe Fortune,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru