Dusun Marimoi Kembali Dikepung Banjir, Warga Minta Perhatian dari BWS Maluku Utara

Selasa, 20 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak rumah warga yang terkena dampak banjir

Tampak rumah warga yang terkena dampak banjir

LABUHA, JS – Dusun marimoi Desa Saketa Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara kembali di landa Banjir, Selasa 20 Agustus 2024.

Sebelumnya Dusun Marimoi kerap kali menjadi langganan banjir saat Intensitas curah hujan, mengakibatkan Luapan air naik ke pemukiman warga.

Hal ini membuat warga setempat meminta adanya pengendalian dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

Warga Dusun Marimoi, Muhammad Saifudin ketika di temui awak media Senin, 20 Agustus 2024 menjelaskan banjir yang kerap kali terjadi di Dusun Marimoi seharusnya masuk kategori Sungai rawan banjir.

“Dusun marimoi ini suda menjadi langganan banjir setiap saat, setiap banjir selalu meluap ke pemukiman warga, sudah tentunya masuk dalam kategori sungai rawan banjir” Kata Muhammad Saifudin.

Olehnya itu kata Amat sapaan akrab, harus ada pengendalian dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, karena berada di status jalan Nasional.

Lanjut Amat, Air yang meluap ke jalan hingga pemukiman warga sudah di ketahui pihak BWS sejak lama namun hingga sampai saat ini belum ada langkah dari BWS Maluku Utara.

“Hal ini suda di ketahui pihak BWS sejak lama namu sampai saat ini tidak ada langkah pengendalian” Cetus Amat

Amat berharap BWS Maluku Utara bisa membuat tanggul penahan banjir di titik rawan banjir selain keselamatan warga juga pengguna jalan yang melintas dari Gane Barat ke Gane Timur.

Di ketahui puluhan rumah warga dusun marimoi kena dampak luapan banjir pada Senin 20 Agustus 2024, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru