Bendahara dan Sekertaris KPU Halsel Bungkam Soal Gaji Dua Bulan Anggota PPS

Senin, 22 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gaji PPS

Ilustrasi Gaji PPS

LABUHA, JS – 747 PPS di Halmahera Selatan gigit jari. Pasalnya, selama dua bulan honornya enggan dibayar oleh sekertaris dan bendahara KPUD Halmahera Selatan.

Sementara Sekretaris dan Bendahara KPU Halmahera Selatan (Halsel), masih bungkam soal keterlambatan pembayaran honor 747 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pikada 2024.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, 747 PPS di Halsel belum menerima honor selama dua bulan. Akibatnya, tahapan Pemilihan Kepala Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten tidak bisa dilaksanakan.

Diketahui honor Badan Adhoc tingkat PPS, perbulan sebesar Rp1,5 juta untuk ketua dan Rp1,3 juta untuk anggota PPS.

Sejumlah anggota PPS mengaku, honor mereka harusnya dibayar pasca pelantikan pada 25 Mei 2024 lalu. Sebab, kerja-kerja PPS terhitung sejak proses pelantikan dilakukan.

“Tapi sampai sekarang ini kami belum terima honor. Dari bulan Juni dan Juli,” kata sejumlah anggota PPS yang meminta namanya tidak dipublish.

Mereka juga mengaku belum mendapat penjelasan resmi dari pihak Sekretariat KPU Halmahera Selatan terkait keterlambatan pembayaran honor.

Hal berbeda terjadi pada penyelenggara di tingkat Kecamatan (PPK). Honor dan operasional para anggota Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) berjalan normal.

“Di grup WhatsApp PPS itu ada yang sudah tanyakan soal ini (honor). Tapi belum ada respons dari Sekretaris dan Bendahara. Paling tidak mereka jelaskan supaya kami tahu,” ujar salah satu anggota PPS.

Dia menambahkan, pihaknya selalu dituntut kerja maksimal oleh KPU. Terutama pada tahapan pencocokan dan penelitan atau Coklit Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2024. “Bagaimana kerja maksimal, kalau hak-hak kami saja belum dibayar,” kesalnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Halsel, Risawinarti Halil bersama Bendahara KPU Andi Musdalifa, belum memberi penjelasan soal keterlambatan pembayaran honor PPS.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selular maupun aplikasi perpesanan, Sekretaris KPU Halmahera Selatan Riswainarti Halil, tidak merespon. (Red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru