GAMKI Halmahera Selatan Minta Pemda Carikan Sulusi Pengolahan Pohon ‘Seho’

Rabu, 12 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC-GAMKI Halsel Leonar Hana Salaudin (istimewa)

Ketua DPC-GAMKI Halsel Leonar Hana Salaudin (istimewa)

LABUHA, JS – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Halmahera Selatan kembali mendesak Pemda Halsel carikan solusi pengolahan hasil pohon Enau (Seho red) untuk bahan pangan lainnya.

Desakan ini disanpaikan Ketua GAMKI Halsel Leonar Hana Salaudin menyusul adanya penyitaan ratusan kantong minuman keras jenis captikus oleh Polsek Bacan Timur pada Selasa, (11/6/2024) kemarin.

Menurit Bung Leonar operasi pemusnahan minuman keras yang dilakukan Polsek Bacan Timur sudah sesuai dengan regulasi perda tentang peredaran minuman keras di Halmahera Selatan.

“Itu sudah tupoksinya pihak penegak hukum. Akan tetapi Pemda Halsel harus mencarikan solusi untuk olahan buah pohon enau dijadikan jenis bahan makan atau pangab lain yang bisa dimanfaat oleh petani pohon enau di Halmahera Selatan,”ucap Leonar kepada Jarumsatu, Rabu (12/6/2024).

Dia menambahkan hasil olahan pohon aren dijadikan minuman keras jenis captikus karena para petani pohon enau sendiri tidak menemukan cara lain untuk dijadikan bahan pangan siap konsumsi selain Captikus tersebut.

Selain tidak ada sulusi, hampir rata-rata petani pohon enau di Halsel khusunya Kecamatan Bacan, Bacan Timur dan Bacan Timur Tangah membiayai anak sekolah hingga kulia merupakan hasil dari jualan captikus.

“Tiga kecamatan ini anak mereka bisa disekolahkan melalui hasil dari jualna captikus yang dibuat dari pohon enau itu. Jika setiap petani diberikan bantuan atau solusi dari pemda maka mereka tidak akan lagi produksi minuman keras karena sudah ada cara lain yang difasilitasi pemda halsel,”jelasnya.

Ia lantas meminta kepada Bupati Halsel Bassam Kasuba agar mendesak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan untuk menghadirkan solusi pengolahan buah enau untuk bahan pangan lain selain minuman keras jenis captikus tersebut. (Red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru