Pemda Halsel Dinilai Abaikan Kebutuhan Masyarakat, Alat Berat Milik Swasta Dibiarkan Parkir Sembarang

Jumat, 17 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hemein Kiat, Anggota DPRD Halsel, Dapil Tiga Gane Timur-Gane Barat, dan Latar Belakang Alat Berat yang Parkir di Pelabuhan Saketa. (Doc-Isrimewah)

Hemein Kiat, Anggota DPRD Halsel, Dapil Tiga Gane Timur-Gane Barat, dan Latar Belakang Alat Berat yang Parkir di Pelabuhan Saketa. (Doc-Isrimewah)

LABUHA, JS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan, Humein Kiat, mengeluarkan pernyataan tegas mengenai prioritas layanan di Pelabuhan Feri Saketa, Kecamatan Gane Barat. Humein mengkritik keras keberadaan sejumlah alat berat yang diparkir di areal pelabuhan yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat setempat.

Dalam pernyataannya, Humein menyoroti bahwa Pelabuhan Feri Saketa, yang melayani KMP Maming, disubsidi oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat, namun kondisi saat ini menunjukkan seolah-olah kebutuhan masyarakat diabaikan oleh Pemerintah Daerah Halmahera Selatan (Pemda Halsel).

“Ini sangat mengecewakan. Pelabuhan ini seharusnya memprioritaskan layanan untuk masyarakat bukan malah digunakan oleh pihak swasta untuk memarkir alat berat mereka. Ini jelas melanggar tujuan subsidi pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gane Barat,” ujar Humein dengan nada geram kepada wartawan, Jumat, (17/5/2024).

Humein menegaskan bahwa tindakan Pemda Halsel yang membiarkan hal ini terjadi adalah bentuk pengabaian terhadap kebutuhan masyarakat di Gane Barat.

“Besok jadwal Feri, jika alat berat ini dikuatkan menggunakan feri yang notabene adalah milik pemerintah, sudah tentu pihak ASDP harus bertanggung jawab atas kelalaian ini,” ungkap Humein.

Alat Berat Milik Swasta yang Dibiarkan Parkir di Pelabuhan Saketa, Gane Barat. (Doc-Istimewah)

Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan akses yang lancar dan pelayanan optimal dari pelabuhan tersebut, bukan malah terganggu oleh aktivitas pihak swasta yang tidak bertanggung jawab.

“Saya meminta Pemda Halsel untuk segera bertindak tegas. Jangan biarkan pelabuhan ini disalahgunakan. Kita harus mengutamakan kepentingan masyarakat, memastikan bahwa subsidi dari pemerintah benar-benar sampai dan dirasakan oleh warga kita,” tambahnya.

Reaksi keras Humein Kiat ini mendapat dukungan luar dari warga Gane Barat dan elemen masyarakat lainnya. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan ini dan memastikan pelabuhan kembali berfungsi sesuai peruntukannya.

Sebelumnya, Politisi PKS kesal dan mengeluarkan pernyataan tegas terkait prioritas layanan KMP Maming di pelabuhan Feri Saketa Kecamatan Gane Barat.

Alat-alat berat ini rencananya akan dibawa ke Pulau Bacan dengan menumpangi KMP Maming. Namun, dengan rute feri Saketa-Babang yang hanya beroperasi sekali seminggu, keberadaan alat berat tersebut semakin memperparah situasi antrean kendaraan roda dua dan roda empat milik warga.

Humein meminta Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) untuk tidak mengutamakan kepentingan orang tertentu dengan mengabaikan kebutuhan masyarakat.

“ASDP harus lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat,” tegasnya lagi.

Humein Kemudian mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan untuk tidak memberikan izin parkir alat berat di areal pelabuhan Feri Saketa, karena hal ini mengganggu aktivitas umum.

“Keberadaan alat berat di pelabuhan Feri Saketa mengganggu aktivitas umum, karena areal pelabuhan bukan tempat parkir alat berat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak swasta yang terkait belum memberikan komentar resmi mengenai kritik tersebut. Namun, masyarakat Halmahera Selatan menanti langkah konkret dari Pemda Halsel untuk menyelesaikan masalah ini dan memprioritaskan kepentingan publik di Pelabuhan Feri Saketa. (Red/Tim)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru