LABUHA, JS – Usai Pengukuhan Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) MASATAWA masa bakti 2024-2029, Keluarga besar Masatawa di Kabupaten Halmahera Selatan menggelar pesta togal yang merupakan adat dan tradisi orang makean.
Tarian Togal merupakan tarian adat suku Makean, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, di Indonesia dan dapat ditarikan oleh semua kalangan masyarakat.

“Jadi ada Instrumen yang digunakan tarian ini adalah Tifa, Fiol, dan Saragi serta diiringi oleh dendang syair dan pantun. Kesenian Togal biasanya ditampilkan dalam acara adat atau penyambutan tamu,”jelas Ketua Umum IKB Masatawa Ikbal Hi. Musfata saat ditemui Jarumsatu di tengah pesta togal berlangsung, di Desa Kampung Makian Jumat malam Sabtu pukul 22:00 Wit
Kepala Dinas Pemuda dan olahraga itu menuturkan bahwa Tarian Togal ada dan berkembang sebelum Indonesia dalam masa penjajahan. Togal di kembangkan oleh Para tetua orang makean ratusan tahun lalu.

Menurutnya Togal adalah tarian kedaerahan atau lebih dikenal dengan identitas “orang makean” atau suku makean. Secara etimologis kata togal sendiri, ‘toga’ yang berarti jubah; pakian hakim atau para wisudawan, sedangkan kata ‘gala’ berati pesta besar.
“Togal dikenal dengan istilah atau dalam bahasa makean “Fiyol” dan alat-alat dalam tarian togal diantaranya, fiyol, gambus, atipa, suling, dan pakian adat. Istilih fiyol dalam masyarakat suku makian yaitu “Do’oma dokuka ” artinya ‘Anak kecil’. Tarian togal juga menjadi simbol “Orang Makean” dan dilakukan pada saat menyambut hari-hari besar dalam tradisi orang Makean,”tutur Ikbal.
“Tarian ini menunjukan suatu kebanggaan masyarakat suku makean, yang mengistilahkan tarian togal sebagai pesta rakyat,”tandasnya.
Mantan Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan ini menambahkan pada umumnya ibu-ibu yang usianya 30, 40, dan 50 tahun ke atas “baronggeng togal” “artinya menari togal” harus berkebaya, memakai sarung dan selendang. Mereka duduk berbaris di bawah tenda sembari mengikuti komentator yang memberikan abah-abah dalam tarian togal.

Menariknya, tarian togal ini perempuan yang lebih dulu bernaris sambil menunggu bapak-bapak datang mencari pasangan ronggeng (Menari Red)
“Jika ibu-ibu wajib pakai kebaya begitu juga laki laki memakai kemeja berlengan panjang dan kopiah. Ini busana wajib yang biasanya dipakai ketika menghadiri pesta togal,”ungkap Ikbal Ketua IKB- Masatawa yang juga Ketua harian IKB- Makayoa. (Red)















