TERNATE, – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Ishak Naser, dan Firman Mudaffar Sjah, putera mendiang Sultan Ternate ke-48 Mudaffar Sjah resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota di sekretariat PKB Ternate, Sabtu (20/4).
Ishak mengatakan, motivasi maju sebagai calon wali kota, karena Ternate masih menghadapi berbagai persoalan. Misalnya, catatan perjalanan pemerintah daerah dan melihat ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk Kota Ternate lebih baik.
“Makanya saya beranikan diri untuk maju calon wali kota untuk mengubah pemerintahan sebelumnya, tapi tidak mengubah hal positif yang sudah dilakukan. Membangun yang baru tanpa dicanangkan pemerintahan sebelumnya,” jelas Ishak.
Politikus NasDem itu mengaku, meskipun seluruh kandidat termasuk dirinya fokus menatap pilwako, tetapi keputusan akhir dikembalikan ke partai. Sebab partai memiliki mekanisme masing-masing.
Ishak mengklaim bahwa koalisi NasDem dan PKB dipastikan masih solid dan tidak ada pengkhianatan di antaran kedua parpol tersebut.
“Kita harus mendesain birokrasi ini dengan membutuhkan lembaga birokrasi yang efektif, tentunya mengoptimalkan pelayanan publik. Apalagi Ternate kotanya kecil, sehingga perlunya pemanfaatan ruang yang betul-betul tertata dengan baik untuk mendukung seluruh aktivitas kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Sementara, Firman Mudaffar Sjah mengatakan, keseriusannya dalam mencalonkan diri sebagai walikota Ternate, karena melihat kondisi Ternate yang sangat memprihatinkan, seperti persoalan sampah, Air Bersih, dan Pendidikan.
“Selain itu, ini juga berdasarkan amanat yang dititipkan dari ayahanda mendiang Sultan Ternate ke-48, Hi. Mudaffar Sjah untuk bisa menjadi walikota Ternate supaya dapat memperjuangkan hak masyarakat Ternate yang selama ini terabaikan,” ujar Ofa Firman begitu ia disapa.
Firman bilang, sampai saat ini ia belum tercederai dari citra sebagai keturunan kerajaan. Hal itu karena banyaknya kegiatan Positif yang dilakukannya di masyarakat. Sehingga dengan penuh ikhtiar ia meyakini bisa lolos dalam penjaringan tersebut.
“Sebagai calon walikota Ternate ada beberapa program yang disebut tadi misalnya masalah sampah, air bersih dan pendidikan juga wisata. Ini yang akan saya dorong, mohon doanya,” tuturnya
Sementara itu, Panitia Penjaringan PKB Ternate, Lutfi Ayub, menambahkan sejak membuka pendaftaran, baru Ishak dan Firman yang mengembalikan berkas.
“kalau ada yang datang mendaftar secara institusi tetap diterima. Kami membuka ruang bagi siapa saja yang hendak bertarung di Pilwako. Namun, soal rekomendasi, kewenangannya di DPW dan DPP PKB,” singkatnya. (*)















