LABUHA, Jarumsatu.com – Kepala Desa (Kades) Desa Indong, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Juma Tuahanus disinyalir memberikan contoh tidak baik terhadap masyarakatnya.
Juma diduga Mabuk di malam Takbiran. Hal ini di sampaikan salah satu warga desa Indong Dasim M. Dalih alias Oce, kepada wartawan Minggu, (14/4/2024)
Oce yang sebelumnya bekerja sebagai petugas pembersih di desa Indong menyayangkan tindakan kepala desa Indong, Juma yang diduga sering mensuplay dan mengkompori warga desanya untuk mengkonsumsi Minuman keras (Miras)
Oce mengaku, sering mengamankan miras pesanan Juma karena ia adalah bawahan yang harus menuruti perintah atasan.
“Kades ini sebenarnya sudah lama seperti itu, dia sering suplai miras dalam jumlah banyak. Sering panggil warga miras. Bahkan dia suka mabuk, dan Kadang saya ikut mengamankan miras milik Juma”,tutur Oce
” Beliau kan atasan! sebagai bawahan saya turuti,” cerita Oce dengan nada kesal.
Tidak hanya demikian, Kades Juma juga di duga masih dalam pengaruh alkohol saat melaksanakan sholat idul fitri, dugaan itu di katakan Oce akibat Kades Juma banyak mengkonsumsi miras di malam Takbiran.
“Di malam takbiran Kades banyak minum. Itu sebab, berpapasan dengan besoknya shalat ied, Kades masih puyeng akibat miras” kata Oce.
Selain Oce, sejumlah warga desa Indong kepada wartawan juga mengatakan hal yang sama. Sejumlah warga terpaksa ke Ibu kota Kabupaten untuk melaporkan hal tersebut.
Berbeda dengan Oce, Mikbel Alkatiri sampaikan hal berbeda. Mikbel menuturkan, salah satu Ijazah milik Kades Juma diduga palsu.
“Ijazah SMP Kades bermasalah. Kami menduga Ijazah itu palsu. Karena barcode Ijazah yang kami teliti berbeda dengan data Ijazah” tutur Mikbel.
Mikbel bilang, dengan masalah yang ada, Kades Indong sudah harus secepatnya di berhentikan. Ia meminta pemerintah daerah agar secepatnya mengambil langkah tegas.
“Siapapun yang menggantikan Kades Juma tidak masalah. Yang terpenting Kades harus secepatnya di copot”, tegas Mikbel.
Senada dengan Mikbel, mantan Sekretaris Desa Indong H. Muhammad Nur Said berharap, aduan warga soal dugaan Kades Juma yang bertiga tak baik, tidak terjadi pada Kades-kades lain di Halmahera Selatan. Menurutnya, dugaan tersebut sangat tak wajar melekat pada jabatan seorang Kades.
“Ini etika yang sangat tidak terpuji. Semoga tidak terjadi dengan kades lain. Bukan soal pribadi seorang Juma, tapi ini soal jabatan Kedesnya. Etika itu harus di jaga!,” tandas M Nur Said. (Red)















