LABUHA, Jarumsatu.com – Pembangunan lanjutan proyek dermaga Desa Bajo Sangkuan, Kecamatan Botang Lomang, Kontraktor dan Dinas Terkait diduga cari untung.
Informasi yang dihimpun Media Jarumsatu belum lama ini menyebutkan bahwa pembangunan dermaga Desa Bajo Sangkuan menggunakan material pasir pantai. Padahal, material pasir pantai diketahui tidak layak digunakan untuk proyek Pembangunan dermaga.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Bajo Sangkuan, Afrisal Daeng Palulu ketika dikonfirmasi wartawan Jarumsatu membeberkan hal tersebut.
Menurutnya, awal pembangunan dermaga Desa Bajo Sangkuan yang di bangun sejak tahun 2015 lalu tidak digunakan material pasir pantai. awal pembangunan dermaga tersebut menggunakan material dari ibu kota Labuha.
“Awal bangun kan mereka tidak pakai pasir pantai, tapi mereka gunakan pasir dari Labuha,”jelas Afrisal, Senin (8/1/2024)
Afrisal menambahkan, sesuai hasil rapat pengawas lapangan bersama dengan masyarakat Desa Bajo, mereka tidak sepakat pembangunan dermaga tersebut materialnya menggunakan pasir pantai.
“Jadi saat rapat dengan pengawas lapangan dengan masyarakat kami tidak sepakat gunakan pasir pantai untuk pembangunan dermaga ini. Di saat rapat juga Pengawas sendiri mengaku tidak harus gunakan pasir pantai karena itu tidak layak digunakan,”tandasnya
“Itu sudah jelas pengawas juga bilang tidak bisa pakai pasir pantai,”sambungnya
Oleh karena itu, kata Afrisal mewakili masyarakat Desa Bajo Sangkuan berharap agar pembangunan dermaga Desa Bajo Sangkuan tidak menggunakan material pasir pantai.
Sebelumnya proses pengerjaan jembatan tersebut berjalan pada tahun 2015 dengan pagu anggaran kurang lebih Rp 14,7 milyar dari total anggaran Rp. 24 Miliyar. Proyek tersebut milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku Utara (Malut) yang dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Mitra Indah Pratama beberapa tahun lalu.
Selain itu, berdasarkan informasi lainnya yang dihimpun Media Jarumsatu belum lama ini menyebutkan bahwa, pembangunan Proyek Dermaga Desa Bajo Sangkuang, Kecamatan Batang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, waktu itu menjadi program prioritas Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, yang direncanakan akan diresmikan Gubernur Maluku Utara pada Juli 2022 lalu namun gagal. Pasalnya, pembangunan tersebut baru tuntas dikerjakan sekitar 80 persen yang menelan total anggarannya sudah mencapai Rp 14,7 miliar

Pada tahun 2023, Pemerintah Provinsi baru kembali menganggarkan Rp 2 miliar lebih untuk pembangunan lanjutan. Namun timbul masalah dikarenakan pembangunan dermaga tersebut menggunakan material pasir pantai.
Untuk diketahui pembangunan lanjutan dermaga Desa Bajo Sangkuan mulai dikerjakan sejak 7 Agustus 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2.889.039.360 (Dua miliar delapan ratus delapan puluh sembilan juta tiga puluh sembilan ribu tiga ratus enam puluh rupiah) yang bersumber dari APBD Provinsi Tahun 2023, yang dikerjakan oleh CV. Dwi Karya Perdana.
Hingga berita ini dipublish pihak kontraktor dan rekanan dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku Utara (Malut) masih dalam upaya konfirmasi wartawan (Red)















