JAKARTA, Jarumsatu.com – Sentral Koalisi Anti Korupsi Maluku Utara (SKAK-Malut) Jakarta menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Kedatangan masa aksi dengan spanduk bertuliskan ‘1 Miliar Milyar APBD di perkosa, Dermaga Laut Desa Sagawele, Kayoa selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, adanya isyarat konspirasi penggelapan. Panggil Dan Periksa Sofyan Sangaji’. Jumat, (13/10/2023)
Koordinator lapangan Rahmat Karim, dalam orasinya menyampaikan bahwa, APBD sebesar 1 milyar diperuntukkan pembangunan dermaga laut desa Sagawele, di Kabupaten Halmahera Selatan, itu pemenang tendernya adalah CV Limau Dolik dengan nilai kontrak Rp 948.067.351.00.
“Kami menduga kuat ada upaya penyimpangan yang dilakukan oleh dua aktor intelektual yang saat ini memimpin Himpunan Pengusaha Muda Maluku Utara. Dalam hal ini Sofyan Sangaji (Ketua HIPMI Malut) dan Iswan Minggu (Bendahara HIPMI Malut yang menggunakan CV Limau Dolik”teriak Rahmat
“Perbuatan penggelapan itu di lakukan lewat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan juga penggunaan besi dengan ukuran 6-12 mm ini cukup miris. kami menilai tidak akan bertahan lama dengan bahan bangunan yang digunakan pihak kontraktor.
Adapun pasir yang di gunakan adalah pasir putih dan batu laut yang secara uji laboratorium tidak memenuhi Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).
Dua aktor dengan CV Limau Dolik ini sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Akan tetapi tidak ada upaya dari masyarakat maupun lembaga penegak hukum yang mengawal proses kerja dari setiap proyek yang di di kerjakan.
“Untuk itu ini adalah langkah awal sebagai anak dan putra asli Kayoa, kabupaten Halmahera Selatan, yang ada di jakarta akan terus mengawal setiap upaya korupsi yang di lakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,”tandasnya
Menurut Rahmat, (Korlap) Eksistensi KPK hari ini di pertanyakan, KPK segera membentuk tim investigasi untuk mengawal kasus seperti ini.
“Apabila tidak ada titik terang dari KPK RI maka kami dari SKAK-MALUT Jakarta akan kembali di hari Senin dengan tuntutan tangkap dan penjarakan Sofyan Sangaji Dan Iswan Minggu,”tegasnya (Red)















