MALUT, – Membangun kemitraan bagi Perguruan Tinggi (PT) sangat penting untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Mahasiswa dan Dosen sebagaimana yang dilakukan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara).
Setelah MoU dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Unutara kembali membangun kemitraan dengan Polda Maluku Utara, Jum’at (13/10).
Kerja sama ini nantinya Mahasiswa dalam melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) akan bisa belajar bersama dengan kepolisian dalam bidang forensik dan lainnya, karena di Universitas Nahdlatul Ulama terdapat Program Studi Kimia murni dan Program Studi Biologi murni.
Kurikulum itu masing-masing terdapat Mata Kuliah Kimia Forensik, dan Biologi Forensik yang diajarkan di dalam kelas oleh dosen yang memiliki disiplin ilmu sesuai bidangnya.
Rektor Unutara Dr. M. Nasir Tamalene menyatakan, itu sesuai dengan isi Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian yang telah ditandatangani rektor bersama Kapolda Maluku Utara.

“Mahasiswa bisa belajar tentang ilmu forensik secara langsung, kita tahu bersama ilmu forensik khususnya Maluku Utara masih berkiblat di Makassar atau Manado,” kata Rektor.
Sementara itu Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko, melalui kesempatan itu juga di daulat sebagai dewan penyantun Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara.
“Kami sangat senang bisa menjalin kerjasama dengan perguruan Tinggi Universitas Nahdlatul Ulama,” tandas Kapolda.
Diketahui, kegiatan penandatangan MoU turut di saksikan langsung sejumlah pejabat teras di lingkungan Polda Maluku Utara dan pihak Universitas Nahdlatul Ulama Maluku diantaranya wakil rektor bidang akademik, Sunaidin Ode Mulae, wakil dekan fakutas sains dan teknologi, Yusri Juma, dekan fakultas inovasi pendidikan, Mujais Apling, dan wakil dekan FIP, Fahrun Yamin. (Red/tim)*

















