Jabat Sekda Halsel, Safiun Tinggalkan Masalah

Rabu, 11 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak bangunan SD Negeri 157 Halsel

Tampak bangunan SD Negeri 157 Halsel

LABUHA, Jarumsatu.com – Kepala Dinas Pendidikan Safiun Radjulan meninggalkan sejumlah masalah paska resmi dilantik oleh Bupati Halamehara Selatan Usman Sidik sebagai Sekretaris Daerah.

Selama menjabat kepala dinas, Safiun belum mampuh menyelesaikan masalah Pemalangan SDN 157 Halsel yang berlokasi di Desa Tawabi Kecamatan Bacan Barat.

Seharusnya selaku orang nomor 1 di Dinas Pendidikan Halsel mampuh menyelesaikan masalah yang terjadi yakni pemalangan gedung SDN 157 Halsel oleh warga setempat.

Pasalnya, buntut pemindahan tenaga guru honorer dari 5 orang menjadi 3 orang oleh Kepsek membuat SDN 157 Halsel dipalang warga.

Informasi yang dihimpun JarumSatu ini, pamalangan gedung SDN 57 Halsel sudah berlangsung kurang lebih 3 minggu, namun hingga kini Dinas Pendidikan belum menyelesaikan persoalan tersebut.

Fadila Syahril warga setempat mengatakan, SDN 157 Halsel dipalang warga karena kecewa dengan sikap kepsek yang memindahkan tenaga guru honorer.

“Masyarakat Desa Tawabi menyangkan sikap kepala sekolah yang secara sepihak memindahkan 2 tenaga mengajar (guru). Hal itu memicu amarah orang tua wali murid sehingga sekolah SDN 157 dipalang,” Kata Fadila, Rabu (11/10).

Fadila menuturkan, pemerintah daerah harus mengambil langkah cepat dan bijaksana dalam menangani permasalahan ini, karena ini berdampak terhadap generasi di Desa Tawabi.

“Jadi ini selain berdampak kepada anak-anak juga menciptakan konflik yang berkepanjangan,” ucapnya.

Ia menyebut, Dalam amanat Undang-undang dasar 1945 pasal 31 ayat 2: menjelaskan bahwa Setiap warga negara wajib merasakan/mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Olehnya itu, sudah sepatutnya pemerintah sadar akan kewajiban ini untuk memperhatikan pendidikan di daerahnya, terkhususnya di desa Tawabi, yaitu SDN 157 Halsel.

“Seharusnya ini kan menjadi tangung jawab pemerintah, di motori oleh dinas pendidikan, akan tetapi mereka acuh terhadap permasalahan ini sehingga berlarut-larut,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan
Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak
GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Berita Terbaru