TERNATE, – Sultan Tidore Husain Alting Sjah, memprediksi Dr Abubakar Abdullah bakal menjadi pemimpin. Hal ini disampaikan Sultan saat menjadi pembicara pada perhelatan Moti 1322 Basuara yang digagas Komunitas Orang Moti (Oti Production), Sabtu (12/8).
“Adinda saya Dr Abubakar Abdullah sekretaris DPRD Maluku Utara ngoni (kalian) samua kanal dia bae-bae,” ucap Sultan memperkenalkan.
Tidak sampai disitu saja, Sultan Tidore yang juga anggota DPR RI Dapil Maluku Utara itu berkeyakinan bahwa Abubakar Abdullah bakal menjadi pemimpin di Kota Ternate atau di Provinsi Maluku Utara.
“Ini laki-laki yang menurut saya punya filing (Feeling-red), insya allah suatu waktu dia akan menjadi pemimpin,” sebut Sultan dan diaminkan oleh ratusan tamu undangan.
Sementara itu, Abubakar Abdullah mengatakan kurang lebih 701 tahun yang lalu sejak dari tahun 1322 para kolano memilih Moti untuk melakukan konfederasi dan itu tidak mungkin sesuatu yang kebutulan.
Sepanjang 701 tahun yang silam sampai hari ini spirit dan nilai-nilai itu belum dapat di implementasikan secara baik.
“Kegiatan yang dilaksanakan OTI Productions hari ini merupakan cara mereka menyampaikan terima kasih kepada para pejuang yang dimodifikasi dengan berbagai ivent dan acara dan ini merupakan cara-cara terbaik dan terhormat generasi hari ini untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada para sultan terdahulu,” ujar Sekwan DPRD Malut itu.
“Kita harus kembali memproduksi sejarah masa lalu dengan kondisi hari ini, bagaimana nilai-nilai itu di implementasikan. Artinya kita harus dapat memikirkan sesuatu yang baru dari sejarah yang sudah kita lalui,” sambungnya.
Tidak hanya itu, Aka Sapaan Akrab Abubakar Abdullah mengajak semua pihak untuk membuat sesuatu yang menjadi kombinasi nilai-nilai sejarah masa lalu dengan situasi dan kondisi hari ini.
“Ada kurang lebih 6000 sekian yang berpenghuni di Moti dan luas serta pontensinya cukup besar. Artinya jika ada konsentrasi terhadap pulau ini secara baik maka apa yang diharapkan untuk kesejahteraan, kualitas SDM terutama untuk anak muda hari ini dan masyarakat secara keseluruhan pasti akan mendapatkan sesuatu yang lebih positif. Catatan-catatan sejarah masa lalu seperti lokasi dan tempat-tempat pertemuan dapat di kelola menjadikan pusat-pusat destinasi,” cetusnya.
Ia berharap bahwa dengan ini akan mengembangkan destinasi baru yang lebih fokus pada sejarah.
“Sumber daya orang Moti harus menjadi skala prioritas, terus di dorong agar supaya persiapan-persiapan generasi muda dalam estafet pembangunan itu bisa mendapatkan tempat yang maksimal,” pungkasnya.
Untuk diketahui turut hadir dalam kegiatan itu Abubakar Abdullah, yang tampil sebagai narasumber pada Diskusi Moti Basuara 1322, bersama Sultan Tidore Husen syah, anggota DPRD Provinsi Sofyan Daud, Habib Zaki, akademisi Herman Oesman dan Malik Ibrahim. (Red/tim)*

















