LABUHA, Jarumsatu.com – Antisipasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara dalam menghadapi krisis Pangan akibat El-Nino, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Halsel bangun sejumlah fasilitas pendukung pertanian di berbagai Desa yang tersebar di Kabupaten Halmahera Selatan.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Halsel Agus Heriawan kepada media ini Kamis, (06/07/2023), menjelaskan, bahwa negara ini dalam keadaan tidak baik- baik saja, dalam menghadapi krisis pangan baik Indonesia maupun dunia.
Lanjutnya, Krisis pangan adalah kondisi kelangkaan pangan yang dialami sebagian besar suatu wilayah yang disebabkan oleh antara lain kesulitan distribusi pangan, dampak perubahan iklim, bencana alam dan lingkungan, konflik sosial bahkan akibat perang.
Kondisi iklim yang tidak menentu pada saat ini dan yang akan datang dengan peningkatkan suhu bumi yang memanas sebagai dampak semakin banyaknya gas rumah kaca, pembakaran bahan bakar fosil dan konsumsi manusia, lebih dari 50 % air Danau mengering sedangkan danau dan waduk menyimpan 87% air di Bumi, es di laut Arktik mencair, permukaan air laut makin tinggi.
Kata Agus, Suhu udara RI dalam pantauan BMKG mengalami kenaikan 0,2°C, anomali suhu udara tertinggi ke-7 sejak tahun 1981 dan potensi El – Nino di semester kedua tahun 2023.
Lanjut Agus, Sektor yang paling berdampak oleh keadaan tersebut adalah Pertanian, yang merupakan sumber pangan bagi ratusan juta penduduk Indonesia dan Ratusan ribu penduduk Halmahera Selatan, meskipun hal ini tidak terlalu berpengaruh bagi Kabupaten Halmahera Selatan karena disekitaran kita masih banyak terdapat tanaman tahunan (perkebunan) Tanaman musiman/bulanan (Pangan dan hortikultura) berupa Sagu, Kasbi, Pisang dll yang merupakan tanaman kearifan lokal.
“Disisi lain perlu diingat bahwa sekarang ini Halmahera Selatan pola makannya sudah berubah yang tadinya hanya mengkonsumsi tanaman kearifan lokal ke Beras dan hortikultura ( sayur- mayur) yang tentunya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan kecukupan pasokan bahan pangan agar tidak terjadi kekurangan bahan pangan tersebut.
Sesuai arahan Pak Bupati atas nama Pemerintah kabupaten melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan dan masyarakat tentunya berupaya tetap menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan dalam menghadapi krisis pangan,”jelasnya
Menurutnya,Hal- hal yang telah dan akan dilakukan dengan melalui kegiatan, pengadaan sarana prasarana pertanian ini, terdiri dari alat dan peralatan berupa alat mesin pertanian yang telah didistribusi ke berbagai desa di kecamatan kabupaten Halmahera Selatan. Sedangkan prasarana adalah pendukung untuk berjalanannya kegiatan berupa bangunan-bangunan air seperti tahun 2022 dan 2023 telah dan sedang dibuat bangunan-bangunan penampung air yang mendukung tanaman Perkebunan ataupun TP dan Holtikultura.
“Pembangunan penampung air 2022 yaitu pembuatan irigasi air tanah dangkal sebanyak 9 unit, Jalan produksi 1 unit. Tahun 2023 irigasi tanah air dangkal 14 unit , sumur bor 5 unit, Embung 2 unit dan jalan produksi 28 unit,”tandasnya
Adapun Progres pembangunan untuk mendukung kegiatan pangan dan Hortikultura Tahun 2022 yakni
1. Pembangunan Irigasi air tanah dangkal sektor tanaman pangan 5 unit
2. Pembangunan Irigasi air tanah dangkal sektor hortikultura 4 unit
3. Pembangunan Irigasi air tanah dalam
(sumur bor) sektor tanaman pangan 2 unit
4. Pembangunan Irigasi tersier 3 unit.
5. Pembangunan jalan usaha tani sektor tanaman pangan 3 unit.
Pada Tahun 2023 :
1. Jalan Tani mendukung tanaman pangan 19 unit dan hortikultura 5 unit
2. Irigasi Tanah Air Dangkal tanaman pangan 19 unit dan hortikultura 7 unit
3. Irigasi Air Tanah Dalam ( sumur bor). 4 unit.
“Untuk mengantisipasi El-Nino pada tahun 2024 melalui Dana DAK ke Kementrian Pertanian kami telah mengusulkan 134 unit Irigasi Tanah Air Dangkal dan Dalam, 41 unit Jalan Tani dan 101 unit Jalan Produksi. Sedangkan bibit dan benih-benihan untuk didistribusi kepada seluruh desa diusulkan kepada Pemda melalui sumber dana DAU maupun DID,”ungkapnya
Untuk menjaga stabilitas dan ketahanan pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah dilakukan pula pemberdayaan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok tani berupa pemberdayaan pekarangan lestari Tahun 2022 sebanyak 6 Desa dan Tahun 2023 sebanyak 22 Desa.
Agus menyebutkan program ini menindaklanjuti dan sesuai UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, bahwa Kabupaten /Kota diwajibkan membuat Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Daerah.
“Kami telah menganggarkan melalui APBD Tahun 2023, untuk membuat Perda dan pembelian beras untuk cadangan pangan Kabupaten Halmahera Selatan meskipun belum bisa mencukupi seluruh masyarakat dan Gudang Pangan rencananya tahun ini juga dibuat oleh Dinas Pangan Propinsi Maluku Utara yang berlokasi di Komplek Kantor Dinas Pertanian Desa Hidayat,”pungkasnya (red/Adhy)
















