LABUHA, jarumsatu.com – Usut kasus korupsi di PT. BPRS Saruma Sejahtera, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Daerah (BPKP) Perwakilan Malut sambangi Inspektorat Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Amatan media ini, nampak sebanyak tiga orang tim dari BPKP perwakilan Malut mendatangi inspektorat Halsel guna menindaklanjuti terkait dengan kasus kredit macet di PT. BPRS Saruma Sejahtera.
Sebelumnya, Informasi yang dihimpun media ini Inspektorat Halsel bakal melakukan join audit bersama BPKP perwakilan malut terkait dengan Kasus Kredit Macet yang merugikan keuangan negara.
“Kalau kita di Inspektorat baru memulai audit survei pendahuluan dua hari yang lalu,”kata Inspektur Inspektorat Halsel, Asbur Somadayo kepada wartawan diruang kerjanya. Jumat (16/06/2023)
Menurut Asbur, audit survei pendahuluan yang dilakukan pihak inspektorat baru pada tingkat pengumpulan bukti dan informasi.
“Kehadiran BPKP ini baru sebatas koordinasi dengan inspektorat kabupaten Halmahera Selatan,”pungkasnya
Untuk diketahui kasus kredit macet ini diungkap Bupati Halsel Usman Sidik setelah mengetahui adanya konspirasi kejahatan perbankan yang merugikan keuangan negara.
Bupati Usman Sidik kepada media saat mengetahui hal tersebut mengatakan, praktik yang merugikan keuangan daerah hingga miliaran itu dimainkan dua direksi BPRS sejak tahun 2020 dengan melakukan pinjaman pada debitur dengan jaminan yang tidak jelas.
“Saya berhentikan para Direksi BPRS, sebab ada dugaan kejahatan luar biasa yang dilakukan para direksi yang dalam temuan keuangan daerah kita telah dirugikan kurang lebih Rp 15 Miliar,” kata Usman Sidik pada sejumlah wartawan
Usman bahkan menyebut, kejahatan ini bagian dari konspirasi yang dilakukan dua direksi BPRS dengan salah satu oknum debitur. di mana oknum debitur itu diselidiki memiliki delapan perusahan yang dijaminkan.
Untuk diketahui, skandal perbankan di BPRS Saruma Sejahtera ini, Dalam laporan hasil BPK tersebut nampak jelas terjadi kerugian Negara hingga miliaran rupiah, buktinya hingga tahun 2021 total investasi Permanen Pemkab Halmahera ke bank Saruma ini senilai Rp 18,2 miliar 50 juta dan namun di tahun 2023 Pemkab Halsel kembali berinvestasi ke bank Saruma senilai Rp 1,7 miliar. (Red/Adhy)















