HALSEL, – Ratusan orang tua siswa, dewan guru, komite sekolah dan masyarakat Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan menggelar aksi di lingkungan SMA Negeri 12 Halsel.
Informasi yang dihimpun Jarum Media Grup, Jum’at (16/6) kabarnya aksi penolakan itu terkait dengan pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB Se-Maluku Utara, Rabu, 14 Juni 2023 lalu.
Mereka dilantik berdasarkan SK Nomor : 821.2/KEP/KS/31/VI/2023, tertanggal 12 Juni 2023 oleh staf ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Ir H. Abuhari Hamzah, di gedung lantai IV SMA Negeri 1 Ternate.

Dari 91 kepsek tersebut, satu diantaranya Kepala SMA Negeri 12 Halmahera Selatan Azis Dahlan. Ia digantikan dengan Usman Hasyim yang sebelumnya Kepala SMA Negeri 2 Halsel, Kecamatan Kayoa.
“Kepada yang terhormat Gubernur Provinsi Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, dengan ini kami menyampaikan bahwa kami dewan guru, komite sekolah, orang tua siswa-siswi serta masyarakat desa Busua menolak dengan tegas pergantian Azis Dahlan kepala SMA Negeri 12 Halmahera Selatan,” demikian isi pernyataan massa saat memblokade aktivitas sekolah.

Mereka bahkan meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Utara segera menganulir SK Usman Hasyim sebagai kepala SMA Negeri 12 Halsel yang baru.
Massa bahkan mengancam akan terus memboikot seluruh aktivitas di sekolah selama belum ada pengembalian Azis Dahlan sebagai Kepsek.
“Kembalikan Azis Dahlan,” tutup bunyi surat pernyataan bersama antara masyarakat dan pihak sekolah seraya meminta ini menjadi perhatian serius Gubernur, Dikjar dan BKD. (Red/tim)*















